Akurat Logo

World Climbing Asia Youth 2026: Indonesia Tambah Dua Perunggu dari Guiyang di Sektor Speed Relay

Dian Eko Prasetio | 26 Agustus 2026, 08:09 WIB
World Climbing Asia Youth 2026: Indonesia Tambah Dua Perunggu dari Guiyang di Sektor Speed Relay
Naura Jasmine Rayya Syafiqa dan Keyzia Queenme Candley Riwoe tampil pada kategori Speed Relay Putri U17 World Climbing Asia Youth Championship 2026, di Guiyang, China, Selasa (25/8/2026). - Foto: World Climbing Asia

AKURAT.CO Skuad panjat tebing muda Indonesia kembali menambah pundi medali di ajang World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026, China.

Tim Merah Putih sukses membawa pulang dua medali perunggu dari nomor speed relay.

Dua medali tersebut disumbangkan dari sektor Speed Relay Putri kategori Under-17 (U17) dan Speed Relay Putra Under-19 (U19) dalam laga yang berlangsung sengit pada Selasa (25/8/2026) waktu setempat.

Pada kategori Speed Relay Putri U17, duet Naura Jasmine Rayya Syafiqa dan Keyzia Queenme Candley Riwoe tampil tangguh di babak perebutan tempat ketiga.

Menghadapi tim kuat Korea Selatan, pasangan Indonesia ini memenangkan duel ketat dengan catatan waktu 18,81 detik, unggul tipis atas Korsel yang mencatatkan 19,29 detik. Sementara itu, podium emas dan perak di nomor ini diborong oleh tim tuan rumah, China.

Baca Juga: Asian Games: Masih di Jalur Podium, Timnas Panjat Tebing Indonesia Optimististis Targetkan 2 Emas

Di sektor Speed Relay Putra U19, pasangan Haddan Malik Baqmuhyibar dan Amirul Rizqi Febriyansah juga tak mau kalah. Meladeni tim Kazakhstan pada perebutan perunggu, Haddan dan Amirul melesat cepat dengan torehan waktu 11,09 detik, menumbangkan lawan yang mencatatkan waktu 11,27 detik.

Medali emas nomor putra U19 diraih oleh tim China, sedangkan medali perak diamankan oleh Korea Selatan.

Catatan Evaluasi untuk Masa Depan

Perjuangan maksimal para pemanjat muda Indonesia ini mendapat apresiasi tinggi dari tim kepelatihan.

Pelatih Pendamping Timnas Panjat Tebing Indonesia, Judistiro, menyebut raihan dua perunggu ini merupakan pencapaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi bahan evaluasi berharga.

"Tentu saja kami ingin membawa pulang emas. Tapi, medali perunggu merupakan hasil terbaik sekaligus menjadi penanda kami harus banyak berbenah," katanya.

Baca Juga: Sinyal Dominasi Baru Panjat Tebing Indonesia, Ardana Cikal Saingi Eropa dan Jepang di Nomor Boulder

Dengan tambahan dua medali perunggu ini, Indonesia membuktikan bahwa regenerasi atlet di cabang olahraga panjat tebing terus berjalan dan mampu bersaing di kancah regional Asia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.