Negosiasi Duel Tyson Fury vs Anthony Joshua 'Kritis', Frank Warren: Tinggal Menunggu Keputusan Kubu AJ
AKURAT.CO, Rencana mega duel tinju dunia antara dua raksasa kelas berat Britania Raya, Tyson Fury dan Anthony Joshua (AJ), saat ini sudah memasuki fase paling krusial.
Meski kesepakatan secara prinsip menyebutkan pertarungan Tyson Fury vs Anthony Joshua bakal digelar pada November 2026, negosiasi alot mengenai lokasi pertandingan masih menjadi ganjalan utama yang menunda pengumuman resmi.
Setelah kedua petarung sama-sama mengemas kemenangan dalam laga pemanasan bulan lalu, publik dunia berharap pengumuman duel Tyson Fury Anthony Joshua bakal disampaikan dalam waktu dekat.
Namun, hingga pertengahan Agustus ini, silang pendapat mengenai arena pertarungan masih membentur tembok tebal. Promotor Joshua, Eddie Hearn, beserta sang petinju bertekad menggelar pertarungan di Stadion Wembley, London.
Di sisi lain, pihak penyelenggara dan pemegang hak siar lebih condong memilih Madison Square Garden di New York demi mengincar pasar utama Amerika Serikat.
Tetapi, promotor Tyson Fury, Frank Warren, akhirnya buka suara mengenai situasi terkini dari negosiasi panas tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah merampungkan seluruh kewajiban dan kini bola sepenuhnya ada di tangan kubu Joshua.
"Pertarungan ini akan terjadi. Saya sudah mendengar apa yang dikatakan Eddie (Hearn). Mereka akan menyetujuinya atau tidak. Jika mereka tidak menyetujuinya, maka pertarungan tidak akan pernah terjadi," kata Warren dikutip Boxnation, Jumat (14/8/2026).
"Tyson sudah menandatangani kontrak pertarungan ini sejak Januari lalu. Pertarungan ini awalnya dijadwalkan pada September, setelah mereka melakoni laga pemanasan."
Namun, insiden kecelakaan tragis yang dialami Joshua hingga kehilangan dua sahabatnya membuat semua agenda pertarungan tersebut tertunda.
"Namun yang saya pahami, pertarungan tetap ditargetkan pada November dan lokasinya akan diumumkan pada waktunya," tegas Warren.
Penundaan pengumuman resmi ini menempatkan jadwal kedua petinju dalam posisi yang sangat kritis. Baik Fury maupun Joshua membutuhkan setidaknya delapan pekan pemusatan latihan (training camp) penuh untuk menghadapi momen terpenting dalam karier profesional mereka.
Artinya, kedua petarung sudah harus kembali masuk ke gym paling lambat pada pertengahan September. Sebelum pemusatan latihan dimulai, idealnya serangkaian tur media internasional di beberapa kota besar seperti London, New York, hingga kawasan Timur Tengah harus sudah digulirkan pada akhir Agustus atau awal September.
Meski target utama pengambilan keputusan berada di bulan November, para pengamat menilai pihak penyelenggara masih memiliki fleksibilitas untuk menggeser jadwal ke bulan Desember atau awal tahun depan jika kompromi lokasi belum juga tercapai.
Sikap tertutup kedua kubu dalam beberapa pekan terakhir memang menguji kesabaran para penggemar. Namun, selama muara dari negosiasi alot ini berakhir dengan bertemunya Tyson Fury dan Anthony Joshua di atas ring, penantian panjang publik tinju dunia dipastikan bakal terbayar tuntas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan



