Charleston Terbuka: Kembali Berpasangan, Janice/Aldila Langsung Tantang Unggulan Pertama Sektor Ganda

AKURAT.CO, Tur WTA kini bergeser ke lapangan tanah liat Charleston Terbuka di South Charleston, Amerika Serikat.
Menghadapi ajang WTA 500 ini, petenis andalan Indonesia, Janice Tjen, datang sebagai unggulan ke-12 di sektor tunggal putri kejuaraan.
Berkat status unggulan tersebut, Janice Tjen dipastikan langsung mengamankan tempat di babak 32 besar (babak kedua) Charleston Terbuka.
Janice Tjen kini tengah menanti calon lawannya, yakni pemenang duel antara dua wakil tuan rumah, Elvina Kalieva dan McCartney Kessler. Berdasarkan jadwal, Janice baru akan mengayunkan raketnya pada Selasa (31/3) besok.
Tak hanya bersaing di sektor tunggal, Janice juga akan unjuk gigi di nomor ganda putri. Menariknya, kali ini ia akan berduet dengan kompatriot seniornya yang merupakan spesialis ganda dunia, Aldila Sutjiadi.
Namun, langkah duet mereka dipastikan tidak akan berjalan mudah. Pada laga perdana babak 32 besar yang juga digelar Selasa (31/3), Aldila/Janice langsung dihadapkan pada ujian berat dengan menantang unggulan pertama turnamen, Aleksandra Krunić dan Zhang Shuai (Serbia/Tiongkok).
Duel ini diprediksi akan menjadi ujian mental sekaligus pembuktian level permainan ganda putri Indonesia di hadapan publik Amerika Serikat.
Jessica Pegula Siap Pertahankan Takhta di Charleston Terbuka
Sementara itu, sorotan di Charleston juga tertuju pada sang juara bertahan, Jessica Pegula.
Petenis peringkat lima dunia itu datang dengan misi besar mempertahankan gelar Credit One Charleston Open yang ia raih tahun lalu.
Memasuki usia 32 tahun, Pegula mengungkapkan rahasia konsistensinya tetap berada di jajaran elite WTA.
Setelah sempat mengalami penurunan performa usai Wimbledon tahun lalu, Pegula memilih untuk "pulang ke akar" permainannya.
"Pelatih saya dan saya bekerja keras untuk menekankan kembali apa yang benar-benar saya lakukan dengan baik, kembali ke akar asli permainan saya," kata Pegula dikutip laman resmi turnamen.
Bersama tim kepelatihannya, Pegula memoles kembali pergerakan kaki (footwork) dan agresivitas dalam mengambil bola lebih awal.
Hasilnya nyata, dalam sembilan turnamen terakhir, ia setidaknya selalu menembus babak perempat final, termasuk merengkuh gelar WTA 1000 keempatnya di Dubai awal tahun ini.
Langkah Pegula untuk mempertahankan gelar dipastikan terjal. Selain harus mewaspadai kejutan dari petenis internasional, ia juga dikepung oleh deretan petenis tangguh Amerika Serikat lainnya seperti Madison Keys, Sloane Stephens, hingga sensasi remaja Iva Jovic.
"Kedalaman petenis Amerika saat ini sangat gila. Setiap kali saya melaju jauh, selalu ada beberapa petenis Amerika lainnya di sana. Ini luar biasa dan memotivasi saya," jelas Pegula.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 2Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 3Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 7Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 8Prediksi Skor Wales vs Denmark 5 Oktober 2026: Duel Ketat di Cardiff
- 9Presiden Prabowo: Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp52 Triliun dalam Dua Tahun
- 10Prabowo Saksikan Penyerahan Hasil Penyelamatan Uang Negara Rp13,2 Triliun dari Satgas PKH








