Gaji Pemain Timpang, Proliga Bakal Terapkan Salary Cap Mulai 2026

AKURAT.CO, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) bakal segera membuat salary cap atau batasan gaji maksimal bagi para pemain asing dan pemain lokal yang berkompetisi di ajang Proliga.
Hal itu dilakukan dengan harapan makin banyak klub-klub yang berminat untuk ambil bagian di Proliga yang merupakan kompetisi bola voli tertinggi di Tanah Air.
Berbeda dengan tahun lalu, jumlah peserta Proliga tahun ini mengalami penurunan. Khususnya untuk tim putra yang hanya diikuti oleh lima klub.
Baca Juga: Tim Peserta Proliga 2025 Menurun, SBY Soroti Ambang Batas Gaji Pemain Asing
"Kita saat ini sudah bikin tim untuk membuat aturan terkait (gaji) pemain asing dan pemain lokal. Bukan hanya itu, transfer (pemain) juga nilainya lagi diatur," kata Ketua Umum PBVSI, Imam Sudjarwo, di Jakarta, Selasa (17/12).
"Rencana mau diterapkan tahun 2025 tapi terlalu mepet, makanya baru akan bisa diterapkan aturan baru ini pada 2026. Kalau ini (salary cap) sudah jadi, banyak tim yang bakalan bisa main.
"Kita akan tentukan (berapa nominalnya). Sehingga akhirnya kompetisi makin marak karena tim akan semakin banya, di mana kita menargetkan delapan tim putra/putri."
Langkah ini diambil PBVSI lantaran menilai banyak ketimpangan yang terjadi pada klub-klub Proliga saat ini. Bukan hanya itu, hal tersebut juga membuat beberapa klub tidak bisa konsisten mengikuti gelaran Proliga setiap tahun.
Baca Juga: SBY: PBVSI Harus Pikirkan Batas Gaji Pemain Asing di Proliga 2025
Masalah salary cap ini juga sempat menjadi sorotan oleh pemilik klub Jakarta LavAni, Susilo Bambang Yudhoyono, lewat akun media sosial X pribadi miliknya.
Mantan Presiden Indonesia keenam itu mengkritisi ketimpangan gaji antara pemain asing dan pemain lokal pada kompetisi Proliga 2025. Hal ini pula yang dinilai sebagai salah satu alasan menurunnya peserta Proliga 2025.
Proliga 2025 rencananya akan bergulir pada 3 Januari-11 Mei 2025, secara teknis pertandingan Proliga musim depan tidak ada perubahan seperti edisi sebelumnya. Namun, ada sedikit perubahan teknis saat jeda dari babak reguler menuju final four.
Dari jeda lima minggu menuju final four, setiap tim peserta akan diperbolehkan melakukan tiga pergantian pemain, dua asing dan satu lokal, atau sebaliknya, sebelum turun di babak final four.
"Yang lain semuanya sama tidak ada perubahan, hanya di segi (pergantian) pemain asing saja. Selain itu tidak ada perubahan lagi," kata Direktur Proliga, Hanny Surkatty.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









