Dmitry Bivol Sebut Kemenangan Atas Artur Beterbiev Lebih Berarti Dibanding Menang Atas Alvarez

AKURAT.CO, Para pecinta tinju di seluruh dunia akan disajikan pertarungan seru perebutan gelar tinju kelas berat ringan tak terbantahkan Artur Beterbiev vs Dmitry Bivol.
Sang penantang, Dmitry Bivol bahkan menyebut kemenangannya atas Artur Beterbiev akan lebih berarti ketimbang saat ia berhasil mempertahankan sabuk WBA miliknya dari Canelo Alvarez.
Menurutnya, unifikasi gelar kelas berat ringan ini seperti langkah terakhirnya dalam meniti karier di dunia tinju profesional. Di mana saat ini dia memiliki rekor 23 kemenangan dengan 12 di antaranya berakhir dengan kemenangan KO.
Baca Juga: Tinju Dunia Pekan Ini: Sempat Tertunda, Artur Beterbiev vs Dmitry Bivol Bakal Pecah di Riyadh
"Ini sangat berarti. Ini seperti langkah terakhir dalam perjalanan saya. Saya punya mimpi ini sejak saya beralih dari tinju amatir ke tinju profesional dan sekarang saya punya kesempatan ini," kata Dmitry Bivol sebagaimana dikutip dari Badlefthook.
Disinggung soal anggapannya bahwa kemenangan atas Beterbiev akan lebih baik dari kemenangan atas Canelo Alvarez, Bivol menyatakan menyebut bahwa ini bukan tentang lawan yang dihadapi, tetapi lebih kepada apa yang dipertaruhkan.
"Ini bukan tentang pribadi, ini tentang sabuk. Tentu saja berjuang merebut sabuk juara jauh lebih berarti bagi saya, agar dapat dicatat dalam sejarah. Tentu saja itu jauh lebih berarti," kata petinju berusia 33 tahun tersebut.
Pemilik sabuk WBA Super dan IBF itu berharap bisa mengumpulkan semua gelar dan menyelesaikan mimpinya untuk menjadi juara tak terbantahkan di kelas berat ringan.
Untuk bisa merealisasikan tujuannya, Bivol terus melakukan persiapan maksimal dengan mematangkan semua keterampilan yang dimilikinya.
Dia menyebut bahwa tidak mungkin menambahkan sesuatu yang baru dalam gaya bertarungnya selama persiapan singkatnya. Namun, dia berusaha untuk meningkatkan kelebihan yang dimiliki.
Baca Juga: Artur Beterbiev vs Dmitry Bivol Resmi Digelar di Arab Saudi 1 Juni, Penantian Panjang Penggemar
"Saya tidak dapat menambahkan sesuatu yang baru, saya hanya dapat meningkatkan keterampilan saya dan itu akan menjadi lebih baik," kata Bivol.
"Dan ini rekomendasi saya untuk semua petarung. Anda tidak perlu mengubah banyak hal, Anda (hanya) perlu membuktikan kemampuan terbaik Anda."
Menghadapi petinju yang lebih berpengalaman enam tahun dari dirinya, Bivol menyebut akan coba lebih mengatasi agresifitas Beterbiev.
Untuk bisa menghadapi gaya bertarung calon lawannya tersebut, dia bahkan mencari lawan sparring yang memiliki pola permainan sama dengen petinju berusia 39 tahun tersebut.
"Pukulannya bagus, kuat, jago bertahan, dan mampu menekan. Dan tentu saja, untuk terbiasa dengan hal-hal ini, sparring partner sangat membantu," kata Bivol.
Pertarungan unifikasi gelar tersebut rencananya bakal berlangsung di Kingdom Arena di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu, 12 Oktober 2024, akhir pekan nanti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








