Olimpiade Paris: Lalu Zohri Matangkan Teknik Lama yang Dianggap Lebih Nyaman

AKURAT.CO, Tersisa tiga hari lagi bagi pelari terbaik Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, untuk mematangkan persiapannya di Olimpiade Paris. Lalu Zohri dijadwalkan turun di penyisihan nomor 100 meter putra pada Sabtu (3/7).
Terhadap Lalu Zohri, Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), tidak membenani target muluk di Olimpiade Paris. Setidak-tidaknya juara dunia junior 2018 itu bisa melebihi catatan terbaiknya saat ini, yakni 10,03 detik.
Lalu Zohri sendiri sudah mencanangkan akan menjadikan Olimpiade Paris sebagai ajang untuk mendapatkan catatan waktu di bawah sepuluh detik. Namun, tren terakhir menunjukkan bahwa Zohri masih jauh dari target tersebut.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Jelang Masuk Kampung Atlet, Lalu Zohri dalam Tahap Pemulihan Tubuh
Pelatih Timnas Atletik Indonesia yang mengorbitkan Zohri, Eni Nuraini, mengatakan bahwa anak asuhnya itu kembali melatih teknik lamanya menjelang tampil di Olimpiade Paris.
“Kami matangkan teknik berlari Zohri yang lama, yang lebih nyaman untuk dia,” kata Eni Nuraini sebagaimana dipetik dari Antara, Rabu (31/7).
Karena dipersiapkan sebagai andalan terbaik Indonesia, Lalu Zohri sebenarnya sempat berlatih di pusat pelatihan atletik kelas wahid di Phoenix, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.
Selama di Phoenix atlet asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, tersebut menjajal teknik baru. Teknik ini mengharuskan kemiringan postur tubuh dalam derajat tertentu saat lepas dari tumpuan start.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Tak Ada Target Khusus dari PASI untuk Lalu Zohri
Eni Nuraini mengatakan bahwa teknik baru tersebut tidak maksimal karena Zohri hanya melatihnya selama 1,5 bulan. Alhasil, Zohri tidak mendapatkan kecepatan yang diinginkan selama sesi kualifikasi.
Adapun Zohri sebenarnya tidak lolos kualifikasi Olimpiade Paris namun tetap mendapat kesempatan melalui alokasi universality place.
Sementara itu, kembali ke teknik lama membuat Zohri bisa berlari nyaman. Hal tersebut tampak ketika atlet berusia 24 tahun itu tampil di ASEAN University Games di Surabaya, beberapa waktu lalu.
Olimpiade Paris sendiri adalah yang kedua bagi Zohri setelah partisipasi pertama di Olimpiade Tokyo 2020. Ketika itu Zohri lolos melalui kualifikasi dengan catatan 10,03 detik yang dicapainya di Osaka, Jepang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 8Kalender Jawa 29 September 2026: Selasa Wage Cocok untuk Apa? Ini Watak dan Neptunya
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah







