Setelah 37 Tahun Rutin Menyiarkan Pertarungan Ikonik, Showtime Resmi Berhenti Tayangkan Tinju Dunia

AKURAT,CO, Setelah beroperasi selama lebih dari 37 tahun, perusahan penyiaran Amerika Serikat, Showtime, akhirnya memutuskan berhenti menayangkan pertandingan tinju. Kabar ini mengejutkan banyak pihak di industri tinju dunia.
“Kami mengambil keputusan untuk tidak terus dengan tinju dan konten lain yang diproduksi oleh tim olahraga Showtime,” kata Paramount Global yang merupakan perusahaan induk Showtime sebagaimana dipetik dari Ring TV.
Tak kurang dari juara dunia tinju kelas menengah multigelar, Saul “Canelo” Alvarez, yang mengaku sempat tak percaya bahwa Showtime bakal berhenti menayangkan tinju.
Baca Juga: Dominan Kalahkan Jermell Charlo 12 Ronde, Canelo Alvarez Pertahankan Gelar
Canelo sendiri adalah petinju yang selalu memercayakan penayangan pertarungannya kepada Showtime.
“Banyak orang mencari pegangan sekarang,” kata Canelo tentang dampak mundurnya Showtime.
“Semua orang sudah tahu ini akan terjadi. Saya tidak merasa mereka memercayainya sampai itu benar-benar terjadi. Well, akhirnya terjadi. Siapa yang tahun ke mana tinju akan bergerak sejak saat ini?”
Showtime pertama kali menayangkan program tinju dengan tajuk Showtime Championship Boxing pada Maret 1986.
Pertarungan pertamanya adalah laga perebutan gelar WBA, WBC, dan IBF multigelar antara Marvelous Marvin Hagler menghadapi John Mugabi. Hagler mempertahankan gelarnya dengan menjatuhkan Mugabi di ronde kesebelas.
Baca Juga: Mike Tyson: Davis Sekarang Wajah Tinju Dunia, Tapi Itu Karena Garcia
Dalam 37 tahun operasinya, Showtime telah menyiarkan 748 acara tinju secara langsung dengan skitar 2.000 pertarungan.
Salah satu pertarungan terbesarnya adalah laga di mana Mike Tyson menggigit telinga Evander Holyfield di Las Vegas, Amerika Serikat, 28 Juni 1997.
Juga delapan pertarungan Floyd Mayweather sejak 2013. Di antaranya adalah laga Mayweather versus Manny Pacquiao pada 2 Mei 2015 dan Mayweather kontra Conor McGregor pada 26 Agustus 2017.
Showtime juga menyiarkan pertarungan pertama antara Deontay Wilder dan Tyson Fury pada 1 Desember 2018. Laga itu dikenang karena Fury bangkit setelah dijatuhkan Wilder dan memaksa pertarungan berakhir imbang.
Namun demikian, mereka masih akan menyelesaikan proyek pertarungan yang sudah dijadwalkan pada 2023. Di antaranya adalah pertarungan antara David Benavidez versus Demetrius Andrade pada 9 Desember nanti.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







