Juara Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2023 itu mengamankan tiket semifinal setelah meraih kemenangan dengan skor 6-2 dan 6-4. Sekaligus menantang petenis putri peringkat dua dunia asal Polandia, Iga Swiatek.
Swiatek sendiri melangkah ke babak empat besar dengan susah payah setelah kehilangan gim pembuka sebelum akhirnya bangkit di dua game terakhir untuk menundukkan petenis asal Prancis, Caroline Garcia, dengan skor akhir 6-7(8), 7-6(5), dan 6-1.
"Semua orang yang pernah melawannya, tidak peduli gaya permainannya, Anda harus siap untuk berlari dan bersiap untuk segalanya. Dia berada di posisinya karena suatu alasan, dia adalah salah satu pemain terbaik di dunia karena alasan itu," kata Gauff tentang Swiatek dikutip dari The West.
"Saya hanya akan pergi ke (semifinal) sana dan berharap mendapatkan hasil yang serupa dengan Cincinnati. Jika tidak (sesuai harapan), saya hanya bisa bangga dengan apa yang telah saya lakukan untuk mencapai semifinal sejauh ini."
Swiatek memenangi tujuh pertandingan pertamanya melawan Gauff tanpa kehilangan satu set pun. Tetapi, petenis Amerika itu mampu membalikkan keadaan di semifinal Western & Southern Terbuka di Cincinnati pada bulan Agustus lalu sebelum dia mengangkat gelar grand slam perdananya di AS Terbuka 2023.
Penampilan Gauff saat ini memang tengah menjadi sorotan lantaran baru saja menjuarai grand slam. Dia juga mampu menyingkirkan beberapa nama-nama besar seperti Petra Martic, Veronika Kudermetova, hingga Ekaterina Alexandrova.
Dengan tekanan untuk meraih hasil bagus setelah memenangkani grand slam pertamanya, petenis berusia 19 tahun itu kini fokus dengan apa yang ada di depannya. Ia terlihat dominan melawan Maria Sakkari di laga terakhirnya dan akan berusaha mengulangi hal yang sama saat melawan Swiatek.
Di lain sisi, Iga Swiatek akan turun pada laga tersebut untuk membalas kekalahannya di Cincinnati Agustus lalu. Swiatek yang unggul head-to-head 7-1 atas Gauff tahu bagaimana dia harus bermain melawan juara Amerika Serikat Terbuka itu.
Senjata terbesar Gauff, selain kecepatan kaki dan kebugarannya yang luar biasa, adalah servis pertamanya. Hal itulah yang sering kali membuatnya bertahan dalam pertandingan ketika aspek lain dari permainannya sedang goyah.[]