Deretan Cabor yang Tak Dikirim ke SEA Games 2021, Ada Futsal dan Tenis Meja

AKURAT.CO, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mengumumkan sebanyak 476 atlet dari 32 cabang olahraga (cabor) akan mewakili Indonesia untuk berlaga di SEA Games Hanoi 2021, pada 12-23 Mei mendatang.
Jumlah tersebut terdiri dari 246 atlet dari 14 cabor unggulan yang termasuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), dan 230 atlet dari 18 cabor non-DBON.
Pada sisi lain, Indonesia diketahui bakal absen dalam sejumlah cabor yang dipertandingkan di SEA Games Hanoi 2021. Setidaknya ada 15 cabor yang tidak diberangkatkan ke Vietnam, termasuk di antaranya adalah futsal, tenis meja, dan biliar.
16 cabor yang dimaksud antara lain adalah bola Tangan Indoor, bola tangan pantai, dansa, petanque, kurash, futsal, biliar, tenis meja, muaythai, xiangqi, loncat Indah, senam ritmik, senam aerobik, binaraga, dan sepakbola putri.
Chef de Mission (CdM) Indonesia di SEA Games 2021, Ferry J Kono mengungkapkan, sejumlah cabor tersebut itu sejatinya termasuk dalam 39 cabor yang sudah direview oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI)/NOC Indonesia untuk ikut serta.
Namun, seluruh daftar cabor rekomendasi NOC Indonesia itu kembali ditinjau ulang oleh tim review bentukan Kemenpora yang terdiri dari akademisi, praktisi, perwakilan KOI, dan KONI Pusat dan diketuai oleh seorang profesor dari Universitas Negeri Jakarta, Mochamad Asmawi.
“Kami awalnya mengusulkan ada 39 cabor dengan berbagai potensi dengan parameter-parameter khusus. Kemudian kami sampaikan ke Kemenpora untuk kemudian ditelaah lagi dengan tim reviewnya. Jadi yang memutuskan dan menilai itu di tim reviewnya,” kata Ferry Kono ketika dihubungi Akurat.co, Kamis (31/3).
Ferry menambahkan, ada banyak aspek yang dijadikan parameter oleh tim review. Salah satunya yang terbesar adalah rekam jejak tiap cabor dalam kompetisi internasional, khususnya multi-olahraga seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.
“Jadi waktu di review itu kan cabor diwajibkan menyampaikan siapa nama atlet yang diberangkatkan. Tim review bekerja apakah atlet yang diusulkan itu rekam jejaknya sesuai atau tidak dengan standar yang ditetapkan tim review,” jelas Ferry.
“Sehingga ada beberapa atlet dari beberapa cabor kita sayang sekali tidak memenuhi parameter yang telah ditetapkan tim review.”
Lebih jauh, Ferry mengakui bahwa para pengurus atau federasi cabor yang tak dikirimkan ke SEA Games Hanoi 2021 itu kecewa. Dia pun tak menampik bahwa keputusan ini tak bisa memuaskan semua pihak.
“Tentu ada kekecewaan, pasti ya. Cuma ya memang ini tidak bisa memuaskan semua pihak karena terbatasnya sumber daya yang ada. Ini penting juga, jadi kan tim review menilai dengan waktu yang tersisa, bagaimana periodesasi mereka. Apakah masih bisa mencapai, jadi semua itu bisa masuk parameter,” tutupnya.[]
Berikut daftar 15 cabor yang tak dikirim ke SEA Games 2021 di Hanoi, Vietnam
1 Bola Tangan Indoor
2 Bola Tangan Pantai
3 Dansa
4 Petanque
5 Kurash
6 Futsal
7 Biliar
8 Tenis Meja
9 Muaythai
10 Xiangqi
11 Loncat Indah
12 Senam Ritmik
13 Senam Aerobik
14 Binaraga
15 Sepakbola Putri
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 7Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 8Link Download Kalender 2027 PDF Lengkap dengan Tanggal Merah, Libur Nasional, dan Cuti Bersama
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah




