AKURAT.CO, Tim voli putri Jakarta Pertamina Energi (JPE) sukses memetik kemenangan perdana atas Jakarta BNI 46 dalam laga pertama babak putaran final Proliga 2019, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Joyoboyo, Kediri, Jawa Timur, Jumat (8/2).
Tim putri JPE yang dilatih oleh pelatih Muhammad Anshori itu berhasil menang dalam tiga set dengan skor 25-18, 25-23, dan 25-15. Dengan kemenangan ini, maka langkah tim putri JPE untuk mempertahan gelar bisa terbilang kian terbuka.
Walau demikian, jalan menuju puncak juara tak bisa dibilang mudah. Pasalnya, pada Sabtu besok, tim putri JPE akan ditantang oleh pemuncak klasemen final four, yakni Jakarta PGN Popsivo Polwan, sebelum akhirnya mereka dihadang oleh Bandung Bank BJB Pakuan.
JPE Friends, terima kasih atas semangat yang gak ada hentinya untuk mendukung Tim Jakarta Pertamina Energi sampai sekarang!
— Jkt Pertamina Energi (@JPEVolley) February 2, 2019
Let's face Final 4 with more spirits and confidence!!#JPEVolley #Proliga2019 #BerkahEnergiPertamina #SaatnyaBerubah #SatukanGelarJuara #DoubleChampions pic.twitter.com/sgGughqIoW
Tim putri JPE yang digawangi oleh pemain baru, Bethania de la Cruz langsung berusaha menekan lawan mereka sejak set pertama dimulai. De la Cruz benar-benar menjadi mesin poin pada laga ini. Smes kerasnya kerap kali merepotkan pertahanan dari Jakarta BNI 46.
Keputusan Muhammad Anshori memasang tosser Mellania Gumilar, menggantikan Yolana Betha, tampak menjadi keputusan yang tepat. Kombinasi Melania dan Bethania sukses membawa tim putri JPE terus memimpin di set pertama.
”Saya kan punya dua pemain untuk tosser. Jadi, siapa yang lebih siapa saya akan mainkan saja. Namun, tadi di set kedua malah dia (Mellani) bermain jelek dan saya langsung ganti. Set pertama dia belum ada tekanan,” ujar Muhammad Anshori.
Di set kedua, Jakarta BNI 46 berusaha bangkit. Namun, kerja keras mereka lagi-lagi harus kandas. Anak-anak asuh Risco Herlambang itu sempat memimpin, tapi Jakarta Pertamina Energi kian menjaga tempo mereka dan berhasil merebut set kedua dengan skor tipis 25-23.
”Mungkin karenan tekanan saja di set kedua itu. Biasanya tekanan dari pemain diri pemain sendiri dan tekanan dari lawan mereka sehingga mereka sedikit labil di set kedua,” kata Muhammad Anshori.
Di gim ketiga, Bethania dkk. tampil semakin percaya diri setelah berhasil mengamankan set pertama dan set kedua. Pemain asing Anna Stepaniuk dan Bethania lagi-lagi berhasil membawa JPE unggul jauh atas Jakarta BNI 46.
Peran kedua pemain itu berhasil memproduksi banyak angka untuk JPE.
Meski sudah berhasil mengamankan pertandingan pertama di babak putaran final, pelatih Muhammad Anshori tetap tidak mau menganggap enteng untuk pertandingan berikut. Ia mengatakan, berusaha untuk tidak lengah karena masih banyak laga harus dimainkan.
”Mudah-mudahan dan kami optimis ke depannya. Tetap saja kami harus jangan lengah karena masih banyak pertandingan,” kata Anshori.
Pada putaran final ini empat tim yang memastikan tiket berlaga di sana akan saling berduel. Keempat tim itu terdiri dari Jakarta PGN Popsivo Polwan, Jakarta Pertamina Energi, Jakarta BNI 46, dan Bandung Bank BJB Pakuan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok




