Akurat

Final WTA: Aryna Sabalenka Raih Kemenangan Kedua, Gauff Jaga Asa ke Semifinal

Leo Farhan | 5 November 2025, 14:52 WIB
Final WTA: Aryna Sabalenka Raih Kemenangan Kedua, Gauff Jaga Asa ke Semifinal
 
AKURAT.CO, Petenis peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka, dan juara bertahan Coco Gauff sama-sama memetik kemenangan penting pada laga lanjutan Final WTA 2025 di King Saud University Indoor Arena, Riyadh, Arab Saudi, Selasa (4/11) malam waktu setempat.
 
Aryna Sabalenka mengalahkan wakil Amerika Serikat, Jessica Pegula, lewat pertarungan ketat tiga set dengan skor 6-4, 2-6, dan 6-3 di laga Final WTA kali ini.
 
Ini menjadi kemenangan kedua beruntun bagi petenis asal Belarusia itu di Grup Steffi Graf. Sekaligus membawanya selangkah lebih dekat menuju tiket semifinal Final WTA tahun ini.
 
 
Sementara itu, di laga lainnya Coco Gauff tampil dominan untuk menyingkirkan petenis Italia, Jasmine Paolini, dengan skor meyakinkan 6-3 dan 6-2. Hasil ini membuat perburuan posisi dua besar di grup tersebut masih terbuka.

Aryna Sabalenka Nyaris Sempurna

Sabalenka memulai pertandingan dengan agresif. Ia langsung mematahkan servis Pegula dan unggul 4-2 di set pertama.
 
Pegula sempat memperkecil kedudukan menjadi 5-4 setelah menyelamatkan tiga set point. Namun Sabalenka menutup set pembuka lewat pukulan forehand keras dari garis belakang.
 
Meski begitu, performanya sempat menurun di set kedua. Peraih gelar Amerika Serikat Terbuka 2023 itu bahkan harus membuat 13 unforced error, hampir dua kali lipat dibandingkan Pegula, dan kehilangan dua kali servis hingga akhirnya takluk 2-6.
 
Pada set penentuan, Sabalenka sempat kehilangan ritme setelah melakukan beberapa double fault dan tertinggal lebih dulu. Namun, ia mampu bangkit dengan dua break beruntun berkat pengembalian tajam yang sulit dijangkau lawan.
 
 
Keunggulan 4-2 berhasil dijaganya hingga akhir laga sebelum akhirnya mampu menutup pertandingan dalam waktu lebih dari dua jam dengan kemenangan 6-3 di set penentu.
 
"Dia (Pegula) adalah pemain luar biasa. Ia selalu memaksa saya bermain di batas kemampuan. Saya hanya berusaha tetap agresif dan mengambil risiko di setiap poin," ujar Sabalenka dikutip dari CNA.

Coco Gauff Bangkit dengan Permainan Klinis

Di laga lainnya, Coco Gauff tampil jauh lebih tenang dibandingkan pertandingan sebelumnya. Petenis berusia 21 tahun itu meminimalkan kesalahan dan menunjukkan kendali penuh atas jalannya laga melawan Paolini.
 
Setelah mencatat 17 double fault saat kalah dari Pegula di pertandingan pertama, Gauff kali ini hanya melakukan tiga kesalahan serupa. Ia langsung tancap gas dan memimpin 3-0 dalam sepuluh menit pertama.
 
Paolini sempat memberikan perlawanan dan membalas satu break. Namun Gauff kembali unggul lewat reli panjang dan pukulan silang yang akurat untuk merebut set pertama dengan skor 6-3.
 
Dominasi Gauff berlanjut di set kedua. Ia mencatat dua break beruntun, unggul 5-2, dan menuntaskan pertandingan lewat servis keras yang gagal dikembalikan Paolini. Kekalahan kedua secara beruntun membuat petenis Italia itu resmi tersingkir dari turnamen.
 
"Saya tahu kemenangan hari ini penting untuk menjaga peluang di turnamen ini. Kalau kalah, saya pasti tersingkir," ujar Coco Gauff seusai laga.

Persaingan di Grup Masih Sengit

Dengan hasil ini, Sabalenka memimpin Grup Steffi Graf dengan dua kemenangan. Sementara Gauff dan Pegula sama-sama mengoleksi satu kemenangan dan masih berpeluang lolos.
 
Pada laga selanjutnya, peringkat dua dunia, Iga Swiatek, akan menantang Amanda Anisimova. Sedangkan Elena Rybakina dijadwalkan menghadapi Madison Keys di Grup Serena Williams.
 
Turnamen penutup musim ini menjadi ajang pembuktian bagi delapan petenis putri terbaik dunia untuk menutup tahun dengan gelar bergengsi.
 
 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H