Akurat Logo

Olimpiade Paris: Penyelenggara Prioritaskan Keamanan, tapi tetap Ingin Perhelatan yang 'Fun"

Badri | 22 Juli 2024, 17:35 WIB
Olimpiade Paris: Penyelenggara Prioritaskan Keamanan, tapi tetap Ingin Perhelatan yang 'Fun"

AKURAT.CO, Penyelenggara Olimpiade Paris 2024 menegaskan bahwa aspek keamanan adalah prioritas utama mereka. Pun demikian, mereka tetap ingin pesta olahraga terakbar di dunia itu benar-benar menjadi pesta.

Sikap ini untuk memberikan kesan kepada publik bahwa keamanan yang ketat tidak akan membuat Olimpiade Paris menjadi “kaku”. Pun demikian penyelenggara mengatakan bahwa keamanan harus diterapkan secara sempurna.

“Ada rancangan spesifik untuk setiap acara–untuk upacara pembukaan dan untuk semua kompetisi sebelum dan sesudah pembukaan–untuk menjamin keamanan bagi seluruh orang yang terakreditasi dan penonton,” kata Presiden Komite Penyelenggara Olimpiade Paris, Tony Estanguet, sebagaimana dipetik dari The Guardian.

Baca Juga: Olimpiade Paris: Arungi Sungai Seine di Pembukaan, Indonesia Berbagi Kapal dengan India

“Kami bisa menjamin sepenuhnya bahwa keamanan adalah prioritas untuk Paris 2024 dan dengan dasar ini kami membangun konsep perayaan.”

Saat ini, Prancis sudah melakukan kirab obor yang melewati berbagai tempat di bentang negara tersebut. Kirab obor ini menjadi simbol bahwa Olimpiade Paris akan berlangsung dengan aman.

“Ada standar keahlian ketika kami melihat bagaimana (isu keamanan) diatasi dengan kirab obor olimpiade di Paris, dengan 500 ribu partisipan di kirab obor olimpiade,” kata Tony Estanget.

“Aman sepenuhnya, atmosfer perayaannya fantastis dan itu juga akan terjadi di Paris 2024.”

Adapun upacara pembukaan olimpiade musim panas ke-33 ini akan dilakukan di Sungai Seine di Kota Paris. Diperkirakan 300 orang akan hadir dalam upacara yang bisa dibilang tak biasa ini.

Baca Juga: Olimpiade Paris: Walikota Anne Hidalgo Berenang di Sungai Seine, Pastikan Kualitas Air Layak

Presiden Prancis, Emannuel Macron, sempat menyatakan akan menyiapkan rencana pengganti jika pembukaan tidak aman digelar di Sungai Seine pada April lalu.

Yakni menggunakan pelataran Trocadero yang berada di seberang Sungai Seine di dekat Menara Eiffel atau kembali ke cara yang biasa di Stade De France.

Pernyataan ini muncul menyusul serangan teroris di Moskow, Rusia, pada 22 Maret lalu. Insiden yang terjadi di sebuah konser tersebut menewaskan sebanyak 133 orang.

Karena digelar di Sungai Seine, maka upacara pembukaan akan dilakukan dengan menggunakan perahu. Kontingen Indonesia akan berada satu perahu dengan perwakilan India.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H