AKURAT.CO, Dengan posisinya sebagai petarung yang harus menyeberang dari seni beladiri campuran ke tinju, Francis Ngannou jelas dalam posisi tak diuntungkan melawan Tyson Fury. Situasi ini membuat Ngannou bekerja ekstra untuk mengantisipasi juara dunia kelas berat WBC itu namun ia yakin bisa menciptakan kejutan.
Tidak sulit bagi Francis Ngannou untuk melihat rekam jejak pertarungan Tyson Fury. Termasuk kemampuan petinju asal Inggris berusia 34 tahun tersebut untuk bangkit setelah dipukul jatuh–initerjadi pada pertemuan pertama Fury dengan Deontay Wilder, 1 Desember 2018.
“Dia bagus dalam hal bangkit kembali. Kami akan mencari tahu seberapa bagus dia, tapi dia akan jatuh ke kanvas,” kata Ngannou sebagaimana dipetik dari Boxing Scene.
Baca Juga: Francis Ngannou: Perbedaan Bayaran Lawan Fury Dengan UFC Seperti Siang-Malam
“Saya super siap. Saya sangat bersemangat dengan pertarungan ini. Saya sedang bersiap. Mulai Sabtu (26 Agustus), kami punya sisa sembilan pekan, jumlah waktu yang baik untuk membuat tangan-tangan ini cepat (dan) kuat.”
Francis Ngannou dijadwalkan menghadapi Fury dalam pertarungan tinju di Riyadh, Arab Saudi, 28 Oktober 2023. Pertarungan akan dilangsungkan dalam sepuluh ronde dan bukan merupakan laga memperebutkan gelar.
Melintas batas dari UFC ke tinju, eks juara dunia kelas berat UFC asal Kamerun tersebut berlatih bersama legenda tinju dunia, Mike Tyson. Kerjasama ini membuat Tyson percaya bahwa Ngannou bakal melakukan sesuatu yang kemungkinan tak diperkirakan banyak orang.
“Kami akan mengejutkan dunia,” ucap Tyson.
Baca Juga: Sebelum Lawan Wilder Atau Fury, Francis Ngannou Disarankan Turun Kelas
Di sisi lain, Francis Ngannou menyadari bahwa pertarungan melawan Fury lebih merupakan bisnis ketimbang kemurnian kompetisi olahraga. Pun demikian, laga melawan Tyson Fury akan menjadi pintu masuk besar bagi Ngannou untuk berkarier di tinju profesional setelah menolak perpanjangan kontrak dengan UFC akhir tahun lalu.
Lagi pula, Ngannou bukan satu-satunya petarung UFC yang menyeberang ke tinju untuk pertarungan besar. Pada 2017, juara dunia UFC asal Republik Irlandia, Connor McGregor, berhasil memaksa Floyd Mayweather kembali dari masa pensiunnya untuk adu pukul di ring tinju.
Hanya saja, pengalaman McGregor menunjukkan bahwa pendatang baru sulit menghadapi petinju dalam pertarungan di bawah aturan tinju. Pada pertarungan yang digelar di Las Vegas, Amerika Serikat, tersebut, McGregor kalah TKO di ronde kesepuluh.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 6Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







