Tumbangkan Pereira Di Ronde 2, Israel Adesanya Rebut Kembali Sabuk Juara Dunia
AKURAT.CO, Petarung seni beladiri campuran asal Nigeria, Israel Adesanya, sukses merebut kembali gelar juara dunia kelas menengah UFC dengan mengalahkan Alex Pereira. Bertarung di Miami, Florida, Amerika Serikat, Sabtu (8/4) atau Minggu pagi WIB, Adesanya mengalahkan Pereira dengan kemenangan KO di ronde kedua.
Israel Adesanya naik ke ring berbekal tiga kekalahan atas Pereira. Dua kali kalah semasa masih di tarung bebas (kickboxing) dan sekali kalah pada pertemuan pertama di UFC, November tahun lalu.
Ronde pertama berlangsung dalam pertarungan jarak jauh di mana kedua petarung tampak masih saling membaca lawan. Adesanya mengambil inisiatif dengan beberapa kali melepaskan tendangan sementara Pereira hanya menghindari dan sesekali membalas.
Kontak yang cukup aktif baru terjadi ketika ronde pertama tersisa 1,5 menit lagi. Namun, itu pun belum cukup bagi Israel Adesanya dan Alex Pereira untuk bisa mendapatkan pukulan yang bersih.
Pertarungan kian rapat di ronde kedua di mana Pereira mulai mendesak maju untuk menyerang. Namun, Adesanya berada dalam kondisi siap dengan ketenangan yang baik untuk menyiapkan pukulan yang bakal membinasakan Pereira.
Ronde kedua telah memasuki menit ketiga ketika Pereira mendesak Israel Adesanya ke pembatas arena. Satu pukulannya ditangkis oleh Adesanya untuk kemudian dengan cepat wakil Nigeria dengan paspor Selandia Baru melepaskan pukulan tangan kanan yang membuat Pereira oleng.
Dalam kondisi Pereira yang belum sepenuhnya kembali ke posisi siaga, Adesanya sekali lagi melepaskan pukulan ke arah wajah. Pereira jatuh dan Adesanya menghantamkan tangannya ke arah tubuh sang lawan dan wasit langsung menghentikan laga.
Adesanya merayakan kemenangannya dengan membuat gerakan seakan-akan memanah ke arah Pereira yang masih rebah di kanvas. Kemenangan tersebut membuat catatan laga Israel Adesanya menjadi 26 pertarungan dengan 24 kemenangan dan dua kekalahan.
“Apapun itu, Alex adalah seorang juara yang hebat,” kata Israel Adesanya sebagaimana dipetik dari ESPN. “Dia kehilangan sabuknya malam ini, tetapi dia akan selalu menjadi juara. Dalam kisahnya, saya adalah antagonisnya. Dalam kisahnya, saya adalah orang yang jahat. Tetapi malam ini, ini kisah saya. Sejarah.”[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November




