Mantan Wasit Klaim Sengaja Menangkan Pacquiao 22 Tahun Lalu

AKURAT.CO, World Boxing Council (WBC) menyelidiki klaim mantan wasit tinju terkemuka asal Filipina, Carlos Padilla, sehubungan dengan hasil pertarungan antara Manny Pacquiao dan Nedal Hussein di Manila, Filipina, di tahun 2000. Dalam klaimnya, Padilla mengaku sengaja melakukan sejumlah hal untuk memenangi Pacquiao.
Sebagaimana dikabarkan BBC, dalam pertarungan tersebut Pacquiao bertindak sebagai wakil tuan rumah mempertahankan sabuk gelar kelas super-bantam WBC International. Kemenangan akan memberikan jalan bagi Pacquiao untuk mendapatkan pertarungan menantang gelar juara dunia.
“Manny belum juara dunia (kelas super-bantam ketika itu). Dia hanya dewa di Filipina saja,” kata Padilla yang pernah memimpin pertarungan bersejarah antara Muhammad Ali dan Joe Frazier di Manila pada 1975.
“Mereka bilang kepada saya ‘Carlos, tolonglah, ini pertarungan penting untuk Manny karena pemenangnya akan mendapatkan kesempatan bertarung untuk juara dunia’.”
Menurut Padilla, ia sengaja memperlambat penghitungan ketika Pacquiao dua kali dijatuhkan Hussein. Ia juga memberikan kemenangan TKO untuk Pacquiao setelah Hussein yang merupakan petinju asal Australia tersebut mengalami luka di pelipis yang oleh Hussein diklaim karena tandukan Pacquiao.
“Saya orang Filipina dan semua orang Filipina menonton pertarungan itu. Jadi, saya memperlama hitungan. Saya tahu bagaimana melakukannya. Ketika dia (Pacquiao) bangkit saya bertanya padanya ‘hei, kamu baik-baik saja?’, dan itu memperlama pertarungan,” tutur Padilla.
“Dia lebih pendek. Dia menanduk lawannya. Luka. Saya menyatakan bahwa itu pukulan. Jika ada tandukan Anda harus menghentikan pertarungan dan mengatakan kepada juri bahwa itu ‘tandukan’ dan itu pengurangan angka. Jika Anda tidak melakukannya, dan pertarungan dilanjutkan, itu dianggap pukulan yang bagus.”
Bukan hanya itu, Padilla mengatakan bahwa ia sengaja menunda perawatan medis terhadap Hussein. Ketika dokter datang ke sudut ring untuk menangani luka Hussein, mantan wasit yang kini berusia 88 tahun itu mengatakan bahwa ia memengaruhi dokter untuk menghentikan pertarungan.
“Itu semua tanggung jawab saya karena sebagai wasit itu adalah cara terbaik yang bisa dilakukan–mendorong dokter menghentikan laga,” kata Padilla.
Sisanya adalah sejarah. Kurang dari setahun sejak laga melawan Hussein, Pacquiao merebut gelar juara dunia super-bantam IBF dari lawan asal Afrika Selatan, Lehlohonolo Ledwaba, di Las Vegas, Amerika Serikat, dengan kemenangan TKO sebagai gelar juara dunia pertamanya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar




