ISG: Kekuatan Penuh, Indonesia Kirim 10 Karateka ke Turki

AKURAT.CO, Tim Nasional Karate Indonesia dipastikan bakal ikut serta dalam Islamic Solidarity Games (ISG) 2021. Mereka siap untuk beraksi dan memberikan yang terbaik di pesta olahraga negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam yang berada di Konya, Turki pada 9 hingga 18 Agustus nanti.
Dipimpin oleh Manajer Shihan Yusran Arief, tim karate Indonesia ini akan berkekuatan sebanyak sepuluh atlet. Karateka yang diturunkan ini merupakan yang terbaik, termasuk nama-nama andalan seperti Ahmad Zigi Zaresta Yuda untuk kelas Kata perorangan putra dan Krisda Putri Aprilia di kelas Kata perorangan putri.
Sepuluh atlet tersebut akan didampingi oleh tiga pelatih, yakni Omita Olga Ompi, Idris Gusti, dan Farouk Abdesselem, pelatih asing dari Prancis.
Pelatih kepala tim karate Indonesia, Idris Gusti mengatakan, persiapan anak didiknya sebelum terbang ke Konya, Turki berlangsung sangat baik. Apalagi, mereka sebagian dari mereka baru saja mengikuti ASEAN University Games 2022 di Thailand dan keluar sebagai juara umum.
“Alhamdulillah persiapan lancar, pagi dan sore kami latihan terus. Persiapan kemarin kami coba turun di ASEAN University Games Thailand, anak anak main cukup luar biasa karena persiapannya baru 60-70 persen,” ucap Idris ketika dihubungi Akurat.co, Rabu (3/8).
“Kebetulan mereka juga mahasiswa, jadi kami coba try out di Thailand dan alhamdulillah hasilnya juara umum. Jadi kemungkinan di ISG insyaallah bisa bawa medali.”
Tim karate Indonesia menjadi juara umum di ASEAN University Games 2022 dengan perolehan total sebelas medali, dengan rincian delapan emas, dua perak, dan satu perunggu.
Lima medali emas disumbangkan dari nomor perseorangan, masing-masing oleh Zigi Zaresta (kata perorangan putra), Krisda Putri Aprilia (kata perorangan putri), Sandi Firmansah (kumite -84 kg putra), Ari Saputra (kumite -60 kg putra), dan Ceyco Georgia Zefanya (kumite -68 kg putri).
Sementara untuk nomor beregu, diperoleh dalam kelas kata grup putri melalui Anugerah Nurul Lucky, Dian Monika Nababan, Emilia Sri Hanandyta. Kemudian kelas kumite grup putra yang diisi Ari Saputra, Ignatius Joshua Kandou, Nur Halim Arlendi, Sandi Firmansah. Serta Ceyco Georgia Zefanya, Dwi Fadhilah, Kartika Herliana dalam kelas kumite grup putri.
Meski demikian, tim karate Indonesia masih harus melakukan pematangan dalam segala aspek dalam persiapannya. Termasuk psikologi tak luput dari salah satu hal yang mesti dipersiapkan dengan matang.
“Tetap kami matangkan teknik, taktik, dan strategi. Sekarang sudah di pematangan taktik strategi dan psikologi yang banyak kami latih,” tambahnya.
Pada Islamic Solidarity Games edisi sebelumnya pada 2017 di Baku, Azerbaijan, tim karate Indonesia berhasil membawa pulang dua medali. Kedua medali tersebut adalah perunggu, masing-masing didapatkan atas nama Cok Istri Agung Sanistyarani (kumite -55 kg putri) dan Sisilia Agustiani Ora (kata perorangan putri).[]
Berikut sepuluh karateka Indonesia yang akan berlaga di ISG 2021:
1. Ahmad Zigi Zaresta Yuda (kata perorangan putra)
2. Krisda Putri Aprilia (kata perorangan putri)
3. Cok Istri Agung Sanistyarani (kumite -55 kg putri)
4. Ceyco Georgia Zefanya (kumite -68kg putri)
5. Ari Saputra (kumite -65kg putra)
6. Ignatius Joshua Kandou (kumite -75kg putra)
7. Claudio F. Nenobesi (kumite -84kg putra)
8. Albiadi, Andy Tomy Aditya Mardana, dan Andi Dasril Dwi Dharmawan (kata beregu putra)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





