Akurat Logo

Taekwondo Dunia Ikut Cabut Sabuk Hitam Milik Vladimir Putin

| 1 Maret 2022, 17:30 WIB
Taekwondo Dunia Ikut Cabut Sabuk Hitam Milik Vladimir Putin

AKURAT.CO, Sabuk hitam milik Presiden Rusia, Vladimir Putin telah dicabut oleh Federasi Taekwondo Dunia per Senin (28/2). Pencopotan itu dilakukan menyusul aksi Rusia yang menginvasi Ukraina.

Melalui keterangan resminya, Federasi Taekwondo Dunia dengan keras mengutuk penyerangan secara brutal yang dilakukan Rusia kepada Ukraina sejak Kamis (24/2) lalu. Menurut mereka, tindakan itu tidak sesuai dengan visi Taekwondo Dunia selama ini.

“Taekwondo Dunia mengutuk keras serangan brutal terhadap nyawa tak berdosa di Ukraina, yang bertentangan dengan visi Taekwondo Dunia ‘Perdamaian Lebih Berharga daripada Kemenangan’ dan nilai-nilai Taekwondo Dunia tentang rasa hormat dan toleransi,” demikian pernyataan Taekwondo Dunia dalam laman resminya, dikutip Selasa (1/3).

“Dalam hal ini, Taekwondo Dunia telah memutuskan untuk menarik sabuk hitam dan kehormatan kesembilan yang dianugerahkan kepada Mr. Vladimir Putin pada November 2013.”

Selain itu, organisasi dunia olahraga yang berasal dari Korea itu mengatakan akan bergabung dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) dalam melarang pengibaran bendera dan lagu kebangsaan Rusia dalam segala kompetisi taekwondo internasional.

“Taekwondo Dunia dan Uni Taekwondo Eropa tidak akan mengatur atau mengakui acara Taekwondo di Rusia dan Belarusia,” tambahnya.

“Pikiran Taekwondo Dunia bersama orang-orang Ukraina dan kami berharap untuk mengakhiri perang ini secara damai dan segera.”

Vladimir Putin memang menjadi salah satu tokoh pemimpin dunia yang dianugerahi sabuk hitam dan kehormatan kesembilan dari Taekwondo Dunia. Selain Putin, sabuk ini juga dimiliki mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama dan mantan Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev.

Ini bukan dampak pertama dari keputusan organisasi bela diri dunia yang dirasakan Putin usai Rusia melakukan invasi ke Ukraina sejak pekan lalu. 

Sebelumnya, Federasi Judo Internasional (IJF) telah menangguhkan status Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebagai presiden kehormatan mereka. Penangguhan itu dilakukan per Minggu (27/2) lalu.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.