Akurat Logo

Federasi Judo Internasional Tangguhkan Status Putin sebagai Presiden Kehormatan

Riandar Fata Hudaya | 27 Februari 2022, 19:33 WIB
Federasi Judo Internasional Tangguhkan Status Putin sebagai Presiden Kehormatan

AKURAT.CO, Federasi Judo Internasional (IJF) telah menangguhkan status Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebagai presiden kehormatan mereka. Tindakan ini dilakukan menyusul invasi Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari lalu.

“Dengan melihat konflik perang yang sedang berlangsung di Ukraina, Federasi Judo Internasional menangguhkan status Putin sebagai Presiden Kehormatan dan Duta Federasi Judo Internasional,” kata IJF dalam pernyataan resminya sebagaimana dipetik dari Channel News Asia.

Tak selesai sampai di situ, IJF sebelumnya juga membatalkan kejuaraan judo internasional yang dijadwalkan dihelat di Kazan, Rusia, 20-22 Mei mendatang. “Federasi Judo Internasional dengan menyesal mengumuman pembatalan Grand Slam 2022 di Kazan, Rusia,” kata Presiden IJF, Marius Vizer.

Putin merupakan salah satu tokoh yang cukup familiar di dunia judo. Pria berusia 69 tahun ini merupakan pejudo sabuk hitam yang juga salah satu penulis buku berjudul Judo: Sejarah, Teori, dan Praktik.

Kebijakan yang diambil IJF merupakan manuver kesekian yang dilakukan oleh dunia olahraga untuk menentang invasi Rusia ke Ukraina. Sebelumnya, Konfederasi Sepakbola Eropa (UEFA) telah memindahkan final Liga Champions 2021-2022 yang sedianya digelar di St Petersburg, Rusia, ke Prancis.

Sementara itu, Federasi Sepakbola Polandia menyatakan bahwa mereka menolak bermain melawan Rusia di play-off Piala Dunia Qatar 2022 yang dihelat di Moskow, Rusia, 24 Maret mendatang.

Sikap yang sama juga dilakukan oleh Republik Ceko dan Swedia yang jika menang pada play-off pertama berpeluang menghadapi Rusia jika bisa mengalahkan Polandia.

Liga Primer Inggris juga sudah menyatakan sikap anti-perang dalam beberapa pertandingan mereka pada Sabtu (26/2). Di Stadion Goodison Park, Liverpool, misalnya, Everton dan Manchester City mengenakan atribut bendera Ukraina pada seremoni sebelum sepakmula.

Di lintasan balapan, Formula One (F1) membatalkan Grand Prix Rusia yang dijadwalkan pada 25 September di Sirkuit Sochi. Pembatalan ini menyusul ancaman boikot yang disampaikan sejumlah pembalap di antaranya juara dunia empat kali asal Jerman, Sebastian Vettel.

Tim Haas yang disponspori oleh perusahaan Rusia, Uralkali, juga menghilangkan bendera Rusia di badan mobil yang dikendarai pembalap mereka pada uji coba di Barcelona, pekan ini.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.