AKURAT.CO, Permasalahan antara enam atlet paralimpik Jawa Barat dengan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI), berakhir damai. Kementerian Pemuda dan Olahraga memfasilitasi penandatanganan nota kesepakatan perdamaian kedua belah pihak.
Staf Bidang Hukum Kemenpora, Emir Hadi menuturkan, nota kesepakatan perdamaian disambut positif kedua belah pihak, dan menjadi komitmen dari Menpora Imam Nahrawi melalui guna memperjuangkan niat baik atlet paralimpik sesuai aturan perundang-undangan. Baik itu Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional maupun UU tentang penyandang disabilitas.
"Melalui nota perdamaian ini, enam atlet paralimpik ini kembali ke dalam satu wadah organisasi olahraga disabilitas, yakni NPCI, serta memiliki kesempatan untuk kembali berkiprah sebagai atlet di berbagai ajang olahraga disabilitas," ujar Emir, di Bandung, Minggu (9/9) malam.
Setidaknya, ada tiga ajang olahraga yang akan dihadapi para atlet paralimpik ini. Yakni, Peparda Jabar 2018, Kejuaraan Nasional, dan Asean Paragames 2019 di Filipina.
"Tentu saja, atlet yang bersangkutan harus melalui prosedur seperti atlet lainnya. Harus ikut seleksi mulai tingkat daerah hingga nasional. Jadi, berjuang lebih dulu, kalau memang pantas ya masuk dan kalau tidak ya tidak. Termasuk dalam hal kesempatan menjadi ASN (aparatur sipil negara) melalui jalur atlet berprestasi yang disediakan MenpanRB (Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi," tukas dia.
Sekretaris Umum NPCI Jawa Barat Supriatna Gumilar menambahkan, nota perdamaian yang diteken kedua belah pihak menjadi langkah positif dalam penyelesaian permasalahan diantara keduanya. Maka itu, pihaknya menerima keenam atlet tersebut dengan tangan terbuka untuk kembali berkiprah di dalam olahraga bersama NPCI.
“Dengan nota perdamaian ini, kami siap memfasilitasi mereka sebagai atlet NPCI untuk berprestasi di bidang olahraga. Mereka pun sepakat untuk menabur gugatan yang sudah mereka layangkan," imbuhnya.
Salah seorang atlet, Farid Surdin menyambut baik perdamaian yang difasilitasi oleh Kemenpora tersebut. Atlet peraih medali emas pada Peparnas XV/2016 itu pun berharap, NPCI bisa konsisten dan sportif dengan apa yang tertuang dalam nota perdamaian.
"Ini kemerdekaan dan kemenangan bagi semua atlet, tidak hanya kami. Kami pun berharap tidak ada lagi setoran, pungli, atau apapun kepada atlet sebelum ada kesepakatan atau ketentuan dari pengadilan," tegas dia.
Sebelumnya, sebanyak enam atlet paralimpik asal Jabar yang merupakan peraih medali emas di Peparnas XV/2016 menggugat NPCI karena tidak terpanggil ke Pelatnas Asean Paragames 2017 di Kualumpur dan Asian Paragames 2018 di Jakarta. Ketidakikutsertaan mereka, diduga sebagai akibat karena menolak pembayaran ‘subsidi’ sebesar 25 persen dari bonus peraih medali yang mereka terima kepada NPCI Jabar maupun NPCI Pusat.
Para atlet ini menilai, subsidi 25 persen yang harus mereka bayarkan melanggar Pasal 142 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyandang Disabilitas.
Bahkan, para atlet pernah menggelar aksi di depan Pengadilan Negeri Bandung. Tak hanya berorasi, mereka membawa perlengkapan tidur, seperti bantal, guling, matras hingga selimut.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 420 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 5Real Madrid vs PSG: Jose Mourinho Senang dengan Wasit yang Pimpin Laga Malam Ini
- 630 Kata-Kata untuk Poster Hari Santri 2026 yang Singkat dan Penuh Makna
- 7Link Download PDF Hari Santri 2026 dari Kemenag, Ada Teks Doa dan Pedoman Upacara
- 850 Contoh Ucapan Hari Santri 2026 Terbaru, Singkat dan Penuh Makna
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot



