Akurat Logo

Permasalahan Atlet Paralimpik dengan NPCI berakhir Damai

Berman | 10 September 2018, 21:05 WIB
Permasalahan Atlet Paralimpik dengan NPCI berakhir Damai

AKURAT.CO, Permasalahan antara enam atlet paralimpik Jawa Barat dengan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI), berakhir damai. Kementerian Pemuda dan Olahraga memfasilitasi penandatanganan nota kesepakatan perdamaian kedua belah pihak.

Staf Bidang Hukum Kemenpora, Emir Hadi menuturkan, nota kesepakatan perdamaian disambut positif kedua belah pihak, dan menjadi komitmen dari Menpora Imam Nahrawi melalui guna memperjuangkan niat baik atlet paralimpik sesuai aturan perundang-undangan. Baik itu Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional maupun UU tentang ‎penyandang disabilitas.

"Melalui nota perdamaian ini, enam atlet paralimpik ini kembali ke dalam satu wadah organisasi olahraga disabilitas, yakni NPCI, serta memiliki kesempatan untuk kembali berkiprah sebagai atlet di berbagai ajang olahraga disabilitas," ujar Emir, di Bandung, Minggu (9/9) malam.

Setidaknya, ada tiga ajang olahraga yang akan dihadapi para atlet paralimpik ini. Yakni, Peparda Jabar 2018, Kejuaraan Nasional, dan Asean Paragames 2019 di Filipina.

‎"Tentu saja, atlet yang bersangkutan harus melalui prosedur seperti atlet lainnya. Harus ikut seleksi mulai tingkat daerah hingga nasional. Jadi, berjuang lebih dulu, kalau memang pantas ya masuk dan kalau tidak ya tidak. Termasuk dalam hal kesempatan menjadi ASN (aparatur sipil negara) melalui jalur atlet berprestasi yang disediakan MenpanRB (Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi," tukas dia.

Sekretaris Umum NPCI Jawa Barat Supriatna Gumilar menambahkan, nota perdamaian yang diteken kedua belah pihak menjadi langkah positif dalam penyelesaian permasalahan diantara keduanya. Maka itu, pihaknya menerima keenam atlet tersebut dengan tangan terbuka untuk kembali berkiprah di dalam olahraga bersama NPCI.

“Dengan nota perdamaian ini, kami siap memfasilitasi mereka sebagai atlet NPCI untuk berprestasi di bidang olahraga‎. Mereka pun sepakat untuk menabur gugatan yang sudah mereka layangkan," imbuhnya.

Salah seorang atlet, Farid Surdin menyambut baik perdamaian ‎yang difasilitasi oleh Kemenpora tersebut. Atlet peraih medali emas pada Peparnas XV/2016 itu pun berharap, NPCI bisa konsisten dan sportif dengan apa yang tertuang dalam nota perdamaian.

"Ini kemerdekaan dan kemenangan bagi semua atlet, tidak hanya kami. Kami pun berharap tidak ada lagi setoran, pungli, atau apapun kepada atlet sebelum ada kesepakatan atau ketentuan dari pengadilan," tegas dia.

Sebelumnya, ‎sebanyak enam atlet paralimpik asal Jabar yang merupakan peraih medali emas di Peparnas XV/2016 menggugat NPCI karena tidak terpanggil ke Pelatnas Asean Paragames 2017 di Kualumpur dan Asian Paragames 2018 di Jakarta. Ketidakikutsertaan mereka, diduga sebagai akibat karena menolak pembayaran ‘subsidi’ sebesar 25 persen dari bonus peraih medali yang mereka terima kepada NPCI Jabar maupun NPCI Pusat.

Para atlet ini menilai, subsidi 25 persen yang harus mereka bayarkan melanggar Pasal 142 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyandang Disabilitas.

Bahkan, para atlet pernah menggelar aksi di depan Pengadilan Negeri Bandung. Tak hanya berorasi, mereka membawa perlengkapan tidur, seperti bantal, guling, matras hingga selimut.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Berman
H