Akurat

10 Hadis Menjelaskan Tentang Amalan Zikir, Muslim Wajib Tahu!

| 6 April 2023, 05:01 WIB
10 Hadis Menjelaskan Tentang Amalan Zikir, Muslim Wajib Tahu!

AKURAT.CO Manfaat zikir sangat besar untuk setiap umat Muslim yang rutin mengerjakannya. Nggak hanya mendapatkan pahala, ibadah zikir juga bisa mendatangkan keberkahan hidup di dunia dan akhirat yang melimpah, lho. Sebab, di setiap kalimat zikir yang kamu ucapkan berisi makna mengagungkan dan memuji Allah SWT. Zikir bisa menjadi cara untuk kita mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik itu saat bahagia, sedih, sakit, maupun sehat.

Dengan melihat banyak manfaat yang dijanjikan bagi kita muslim untuk mengingat Allah, maka seharusnya membuat kita merasa menyesal atas semua waktu yang telah kita sia-siakan tanpa memanfaatkan kesempatan yang luar biasa mudah ini.

Maka dari itu mari kita sama-sama membaca dan memahami sepuluh hadis berikut yang mengungkapkan pentingnya jenis ibadah zikir ini serta pahala besar yang dapat kita tuai dalam menunaikannya.

Perbuatan Baik.

1. Abu Ad-Darda Ra meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Maukah aku beritahukan kepadamu tentang amalan yang paling baik, yang paling suci di sisi Tuhanmu, yang mengangkat derajatmu setinggi-tingginya, yang lebih baik bagimu daripada menafkahkan emas dan perak, lebih baik daripada menemui musuhmu sehingga kamu menyerang? di leher mereka dan mereka menyerang Anda?' Mereka menjawab: 'Ya, memang,' dan dia berkata: 'Itu adalah mengingat Allah."  (At-Tirmidzi).

Mendapat Perlakuan Khusus Dari Allah.

2. Abu Hurairah Ra meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Allah berfirman, “Aku memperlakukan hamba-Ku sebagaimana dia berharap agar Aku memperlakukannya. Aku bersamanya setiap kali dia mengingat-Ku: 

jika dia memikirkan Aku, Aku memikirkan dia; jika dia menyebut Aku di tempat, Aku menyebut dia di tempat yang lebih baik. Jika dia mendekat kepada-Ku satu jengkal, Aku mendekat kepadanya satu lengan; dan  jika dia mendekat kepada-Ku sejauh satu lengan, Aku mendekat dengan jarak dua lengan yang terulur lebih dekat ke dia; dan jika dia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku pergi kepadanya dengan berlari.” (Al-Bukhari dan Muslim).

3. Abu Musa Al-Ash`ari Ra meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Perumpamaan orang yang mengingat Tuhannya dan orang yang tidak adalah seperti orang yang hidup dan yang mati.” (Al-Bukhari).

Nasehat Nabi.

4. Abdullah ibn Busr Ra meriwayatkan bahwa salah satu Sahabat Nabi berkata, “Wahai Rasulullah. Saya kewalahan oleh begitu banyak perintah Islam. Jadi beri tahu saya sesuatu amalan yang mungkin bisa saya pegang teguh amalkan rutin. Nabi menjawab, “ Basahkanlah lidahmu dengan mengingat Allah. (At Tirmidzi).          

Pengampunan Berlimpah.

5. Abu Hurairah juga melaporkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa mengucapkan, ' Subhan-Allahi wa bihamdih ' (Maha Suci Allah) seratus kali sehari, maka dosa-dosanya akan dihapus meskipun sebanyak buih di lautan.” (Al-Bukhari dan Muslim).

6. Zaid ibn Haritsah meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda:

“Siapa pun yang mengatakan:

' Astaghfirullaha al-`Aziim al-ladhi la ilaha illa howa Al-Hayy al-Qayyum wa atubu illayh’

(Saya memohon pengampunan kepada Allah Yang Maha Agung, yang tidak ada Tuhannya, Yang Hidup, Pemelihara keberadaan, dan saya berpaling kepada-Nya dalam pertobatan,)

dosa-dosanya akan diampuni bahkan jika dia melarikan diri dari medan perang  (sementara dia terlibat dalam pertempuran di jalan Allah, yang merupakan dosa besar dalam Islam). (Abu Dawud dan disahkan oleh Al-Albani).

Hadiah Besar.

7. Anas ibn Malik meriwayatkan bahwa Nabi bersabda:

“ Barangsiapa yang salat Subuh berjamaah, lalu duduk dan berzikir kepada Allah sampai matahari  terbit , kemudian (setelah beberapa saat) salat dua rakaat , maka ia akan mendapatkan pahala yang setara dengan menyempurnakan haji dan umrah. [Nabi mengulangi kata “sempurna” tiga kali.] (At-Tirmidzi).

8. Abu Hurairah melaporkan bahwa Nabi bersabda:

“Dia yang mengulangi setelah setiap doa: Subhanallah (Maha Suci Allah) tiga puluh tiga kali, Al-hamdu lillah (segala puji bagi Allah) tiga puluh tiga kali,  Allahu Akbar (Allah Maha Besar) tiga puluh tiga kali; dan melengkapi seratus dengan: La ilaha illallahu, wahdahu la sharika lahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa Huwa `ala kulli shai'in qadir (Tidak ada Tuhan yang benar selain Allah. Dia adalah Satu dan Dia tidak memiliki sekutu. Dia adalah kedaulatan dan Dia adalah pujian, dan Dia Mahakuasa) Akan diampuni semua dosanya meskipun sebesar buih di permukaan laut.”  (Muslim).

Kesempatan Mudah.

9. Abu Ayyub Al-Ansari Ra melaporkan bahwa Rasulullah SAW mengatakan:

“Dia yang mengucapkan sepuluh kali: La ilaha illallahu, wahdahu la sharika lahu, lahulmulku wa lahulhamdu, wa Huwa `ala kulli sha'in qadir (Tidak ada Tuhan yang benar selain Allah. Dia adalah Satu dan Dia tidak memiliki pasangan. Dia adalah kedaulatan dan Dia adalah pujian, dan Dia Mahakuasa), dia akan mendapat pahala yang setara dengan membebaskan empat budak dari keturunan Nabi Ismail.  (Al-Bukhari dan Muslim).

Kata-Kata Yang Allah Cintai

10. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda:

“ Ada dua kalimat yang ringan di lidah, berat di timbangan, dan dicintai Yang Maha Pengasih: Subahana Allahi wa bihamdih Subhana Allahi Al-`Aziim (Maha Suci dan segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah Yang Maha Besar.) ” (Al-Bukhari).[]ER

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.