Akurat Logo

Sejarah Singkat Ilmu Tajwid yang Harus Diketahui Setiap Muslim

| 3 Juli 2020, 18:30 WIB
Sejarah Singkat Ilmu Tajwid yang Harus Diketahui Setiap Muslim

AKURAT.CO, Membaca Al-Qur'an tidak bisa disamakan dengan membaca bacaan lainnya seperti buku, koran, atau majalah. Al-Qur'an, sebagai kitab suci yang diturunkan Allah, harus dibaca dengan baik, tepat, dan benar sesuai aturan yang berlaku.

Panjang pendeknya bacaan Al-Qur'an bisa memengaruhi makna bacaan tersebut sehingga ada baiknya kita belajar ilmu tajwid terlebih dahulu. Ilmu tajwid adalah ilmu yang berguna untuk mengetahui cara melafalkan Al-Qur'an yang benar sehingga selamat dari kesalahan yang bisa mengubah makna bacaan.

Pada awalnya, membaca Al-Qur'an memang tidak dibakukan dalam sebuah teori khusus karena para sahabat masih mencontoh cara membaca Al-Qur'an dari Nabi Muhammad saw secara langsung. Barulah setelah Islam menyebar, maka ilmu tajwid disusun untuk menunjukkan cara-cara membaca Al-Qur'an.

Dalam berbagai literatur, ulama yang pertama kali menyusun ilmu tajwid adalah Abu Muzahim Al-Khaqani. Nama lengkapnya adalah Musa bin Ubaidilah bin Yahya bin Khaqan, yang lahir pada tahun 248 H dan wafat pada tahun 325 H.

Menurut Imam Ibnul Jazari, dialah orang yang pertama kali menyusun kitab tentang tajwid. Kitab yang ditulis Abu Muzahim Al-Khaqani di kemudian hari mempengaruhi kitab-kitab tajwid lainnya yang ditulis oleh para ulama kompeten, di antaranya:

1. Kitab At–Tanbih ‘ala al-Lahnil Jaliy wal-Lahnil Khafiy ditulis oleh Abul Hasan Ali bin Ja’far bin Muhammad as-Sa’idi ar–Razi (wafat tahun 410 H).

2. Kitab Ar-Ri’ayah li Tajwidil Qiraah wa Tahqiqi Lafzhit Tilawah ditulis oleh Abu Muhammad Makki bin Abu Thalib al-Qaisi (wafat tahun 437 H).

3. Kitab At-Tahdid fil-Itqan wat-Tajwid ditulis oleh Abu Amr Utsman bin Said ad-Dani (wafat tahun 444 H).

Berkat para ulama di atas, umat muslim yang jauh dari zaman Nabi saw bisa membaca Al-Qur'an sesuai dengan yang diajarkan Nabi. 

Di satu sisi, belajar membaca Al-Qur'an sesuai ketentuan sudah diingatkan oleh sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib. Ia berpesan, "Perbaikilah bacaan huruf-hurufnya serta mengetahui tempat pemberhentian kalimat."

Sementara Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Muzammil ayat 4, "Dan bacalah Al-Qur'an secara tartil."

Wallahu a'lam.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.