Sejarah Singkat Ilmu Tajwid yang Harus Diketahui Setiap Muslim

AKURAT.CO, Membaca Al-Qur'an tidak bisa disamakan dengan membaca bacaan lainnya seperti buku, koran, atau majalah. Al-Qur'an, sebagai kitab suci yang diturunkan Allah, harus dibaca dengan baik, tepat, dan benar sesuai aturan yang berlaku.
Panjang pendeknya bacaan Al-Qur'an bisa memengaruhi makna bacaan tersebut sehingga ada baiknya kita belajar ilmu tajwid terlebih dahulu. Ilmu tajwid adalah ilmu yang berguna untuk mengetahui cara melafalkan Al-Qur'an yang benar sehingga selamat dari kesalahan yang bisa mengubah makna bacaan.
Pada awalnya, membaca Al-Qur'an memang tidak dibakukan dalam sebuah teori khusus karena para sahabat masih mencontoh cara membaca Al-Qur'an dari Nabi Muhammad saw secara langsung. Barulah setelah Islam menyebar, maka ilmu tajwid disusun untuk menunjukkan cara-cara membaca Al-Qur'an.
Dalam berbagai literatur, ulama yang pertama kali menyusun ilmu tajwid adalah Abu Muzahim Al-Khaqani. Nama lengkapnya adalah Musa bin Ubaidilah bin Yahya bin Khaqan, yang lahir pada tahun 248 H dan wafat pada tahun 325 H.
Menurut Imam Ibnul Jazari, dialah orang yang pertama kali menyusun kitab tentang tajwid. Kitab yang ditulis Abu Muzahim Al-Khaqani di kemudian hari mempengaruhi kitab-kitab tajwid lainnya yang ditulis oleh para ulama kompeten, di antaranya:
1. Kitab At–Tanbih ‘ala al-Lahnil Jaliy wal-Lahnil Khafiy ditulis oleh Abul Hasan Ali bin Ja’far bin Muhammad as-Sa’idi ar–Razi (wafat tahun 410 H).
2. Kitab Ar-Ri’ayah li Tajwidil Qiraah wa Tahqiqi Lafzhit Tilawah ditulis oleh Abu Muhammad Makki bin Abu Thalib al-Qaisi (wafat tahun 437 H).
3. Kitab At-Tahdid fil-Itqan wat-Tajwid ditulis oleh Abu Amr Utsman bin Said ad-Dani (wafat tahun 444 H).
Berkat para ulama di atas, umat muslim yang jauh dari zaman Nabi saw bisa membaca Al-Qur'an sesuai dengan yang diajarkan Nabi.
Di satu sisi, belajar membaca Al-Qur'an sesuai ketentuan sudah diingatkan oleh sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib. Ia berpesan, "Perbaikilah bacaan huruf-hurufnya serta mengetahui tempat pemberhentian kalimat."
Sementara Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Muzammil ayat 4, "Dan bacalah Al-Qur'an secara tartil."
Wallahu a'lam.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 4UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 5Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 8Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian




