Akurat Logo

Terungkap! Pelaku Pembunuhan Bocah di Boltim Ternyata Masih Keluarga, Ini Motifnya

Rahmat Ghafur | 19 Januari 2024, 19:48 WIB
Terungkap! Pelaku Pembunuhan Bocah di Boltim Ternyata Masih Keluarga, Ini Motifnya



AKURAT.CO Media sosial tengah diramaikan dengan kasus pembunuhan bocah di Desa Baret Tutuyan, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sulawesi Utara, pada Kamis (18/1/2024).

Kasus tersebut viral setelah korban ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan. Ia ditemukan oleh warga di areal perkebunan dekat rumahnya dengan kepala dan tubuh yang terpisah alias mutilasi.

Dua terduga pelaku pembunuhan bocah berumur 8 tahun di Boltim berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian setempat. Diketahui, pelaku merupakan pasangan suami istri (pasutri) yang berasal dari Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sulawesi Utara.

Baca Juga: Viral Bocah 8 Tahun di Boltim Ditemukan Tewas Mengenaskan, Perhiasan Dirampas Hingga Kepala Terpenggal

Terungkap juga bahwa pasutri berinisial AM dan MP tersebut masih memiliki hubungan keluarga atau bersaudara dengan keluarga Korban. Bahkan, keduanya sempat memberikan keterangan kepada Bupati Boltim.

"Di sini ada dua rumah, kemungkinan adek potong jalan situ itu jam 11.00 setahuku," ujar pelaku saat memberikan keterangan kepada Bupati Boltim

"Saya pakai daster putih, enggak lama mamaknya datang. Saya bilang itu cuma buka pintu dapur," sambungnya.

Keduanya diduga telah merencanakan pembunuhan kepada korban tersebut. Motifnya karena ingin mengambil perhiasan emas yang korban pakai ketika waktu itu.

Pelaku juga berusaha membujuk korban untuk pergi bersamanya ke perkebunan, setelah sampai pelaku langsung mengeksekusi korban dengan memenggal leher korban hingga terputus.

Lalu, mereka menutupi jenazah korban dengan menggunakan daun pisang agar tidak dapat ditemukan oleh warga yang sedang mencarinya.

Setelah itu, mereka pun pulang dan berpura-pura tidak mengetahui hilangnya korban dari rumah. Bahkan, AM dan MP masih ikut mencari korban ketika ia dikabarkan menghilang.

Kabid Humas Polda Sulawesi Utara (Sulut), Kombes Pol Iis Kristian, telah mengkonfirmasi penahanan kedua pasutri tersebut. Menurutnya, motif sementara dari pembunuhan itu karena masalah ekonomi.

Pelaku diketahui telah menjual perhiasan yang dipakai korban dan dibelikan sebuah handphone baru.

"Motif ekonomi. Dan barang berupa kalung emas dijual dan uang tersebut dibelikan handphone," kata Iis kembali.

Saat ini, kasus sedang dalam penyelidikan untuk pengembangan lebih lanjutnya. 

Baca Juga: Dosa Melakukan Pembunuhan Dalam Islam, Balasannya Akan Kekal Di Neraka Jahanam

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.