7 Fakta Perang Yom Kippur, Israel Menang Dalam Perang Keempat Melawan Mesir Dan Suriah

AKURAT.CO Setelah aksi Hamas Palestina menyerang Israel beberapa waktu lalu, ternyata menjadi pertempuran yang cukup dasyat terjadi setelah sejak perang Yom Kippur tahun 1973 silam.
Bagi yang belum tahu, fakta menarik dari perang Yom Kippur ternyata menjadi perang keempat Arab-Israel yang paling bersejarah, baik untuk bangsa Mesir maupun Israel.
Perang Yom Kippur yang berdampak besar tersebut, melibatkan Mesir dan Suriah karena kehilangan sebagian wilayahnya dan sepakat untuk menggempur Israel.
Perang yang terjadi pada 6 Oktober 1973 silam, diawali dengan bangsa Mesir dan Suriah yang melakukan penyerangan terhadap Israel untuk mengambil wilayah yang direbut paksa oleh kubu Zionis.
Sayangnya, upaya mereka telah gagal karena Israel berhasil mengeluarkan seluruh kekuatan militernya untuk melawan balik dan menang dengan cepat.
Baca Juga: Mengetahui Kekuatan Teknologi Hamas Yang Digunakan Untuk Lawan Israel, Terdapat Divisi Siber Sendiri
Mengutip berbagai sumber, Jumat (3/11/2023), berikut ini fakta-fakta tentang perang Yom Kippur yang membuat Israel menang hingga mengalahkan Mesir.
Fakta-fakta Perang Yom Kippur
1. Penawaran perjanjian damai dari Mesir untuk Israel
Peperangan bermula ketika Anwar Sadat, Presiden Mesir tahun 1969 hingga 1970, menawarkan perjanjian damai dan meminta Israel untuk mengembalikan wilayah yang direbut selama perang sebelumnya terjadi.
Bukannya mendapat sambutan baik, Israel menolak perjanjian tersebut sehingga membuat Anwar Sadat memutuskan untuk berperang melawa Israel pada tahun 1970.
2. Perang di bulan suci Ramadan
Perang yang terjadi pada 6 Oktober, ternyata bertepatan dengan hari suci Yahudi Yom Kippur dan bulan suci Ramadan.
Saat militer Israel melemah karena banyak orang merayakan Yom Kippur, Mesir dan Suriah mulai menyerang, membuat pasukan Israel mundur.
Pasukan keamanan Israel atau dikenal IDF, sempat terkejut dengan serangan yang terkoordinasi antara Mesir dan Suriah.
Saat itu, pasukan Mesir berhasil menyerbu masuk dengan cepat dan mulai menggempur Semenanjung Sinai, sedangkan pasukan Suriah berusaha mengeluarkan tentara Israel dari Dataran Tinggi Golan.
3. Berlangsung selama tiga minggu
Perang keempat terdasyat tersebut berlangsung kurang lebih selama tiga minggu, yakni mulai dari awal penyerangan Mesir dan Suriah tanggal 6 Oktober hingga 25 Oktober 1973, dan pertempuran resmi telah berakhir pada 26 Oktober 1973.
4. Israel menang dalam enam hari
Setelah penyerangan terjadi, ternyata Israel berhasil mengubah situasi dengan menghancurkan beberapa pertahanan udara Mesir.
Hancurnya pertahanan tersebut, memungkinkan pasukan Yahudi yang dipimpin oleh Jenderal Ariel Sharon, menjadi lebih mudah mengepung Angkatan Darat Ketiga Mesir.
Selain itu, peperangan Israel membalas Mesir hanya berlangsung enam hari dari serangan awal Mesir dan Suriah hingga kemenangan didapatkan Israel.
5. Israel dibantu Amerika Serikat dan Uni Soviet
Tidak seperti keadaan sebelum perang 1967, sebenarnya serangan Mesir dan Suriah saat itu sangat kuat, bahkan berhasil menghabiskan persediaan amunisi cadangan Israel dengan cepat.
Hal tersebut karena Uni Soviet membekalkan Mesir dengan senjata. Golda Meir, Perdana Menteri Israel saat itu, meminta bantuan Amerika Serikat karena situasi yang dihadapinya.
Ketika Amerika Serikat mengetahui bahwa Uni Soviet bertanggung jawab atas keberhasilan serangan Mesir, maka langsung semangat membantu Israel dengan cepat.
Untuk menunjukkan kekuatan yang dimiliki Amerika kepada Uni Soviet, Presiden Amerika saat itu, Richard Nixon, membalas dengan membangun jalur pasokan darurat ke Israel sehingga negara Arab mulai memberlakukan embargo minyak yang mahal bagi AS.
Baca Juga: 7 Fakta Menarik Yaman, Negara Yang Mendeklarasikan Perang Ke Israel Guna Bantu Palestina
6. Dampak perang Yom Kippur
Dampak yang didapat oleh Mesir, yakni mengalami kekalahan lagi, namun berhasil meningkatkan prestise Sadat di Timur Tengah dan dia memiliki kesempatan untuk kembali mencapai perjanjian perdamaian.
Hingga akhirnya di tahun 1974, perjanjian perdamaian antara Israel dan Mesir dibentuk.
Perjanjian tersebut berisikan untuk mengembalikan sebagian wilayah Sinai yang sebelumnya dikuasai Zionis kepada Mesir.
Namun, dampak dari perang Yom Kippur adalah bencana bagi Suriah karena Israel justru berhasil memperluas wilayahnya di Dataran Tinggi Golan setelah mengalahkan mereka.
7. Terdapat puluhan ribu korban jiwa
Perang Yom Kippur sudah banyak menyebabkan kerugian dan korban jiwa yang semakin banyak.
Di sisi Israel, sebanyak 2.688 tentara Israel tewas dan 7.000 orang cedera, 314 tentara Israel dijadikan tawanan perang dan puluhan tentara Israel hilang. Israel juga kehilangan 102 pesawat tempur dan kurang lebih 800 tank.
Sementara dampak yang didapat oleh Mesir dan Suriah lebih banyak, yakni 35.000 tentara tewas dan lebih dari 15.000 cedera.
Sebanyak 8.300 tentara ditawan oleh Israel. Angkatan Udara Mesir juga kehilangan 235 pesawat tempur dan Suriah 135.
Itulah penjelasan lengkap mengenai fakta-fakta yang terjadi selama perang Yom Kippur berlangsung hingga dampak yang didapat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Dukung Mesir Amankan Hak Air di Sungai Nil: Indonesia Prihatin Atas Upaya Pelanggaran Hukum Internasional
- 10Prabowo dan El-Sisi Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan, Mesir Beri Tambahan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia






