Akurat Logo

6 Ciri Zaman Kalabendu Versi Ramalan Jayabaya, Poin Terakhir Presiden Angkat Pejabat Dengan Cara Tak Adil!

Iim Halimatus Sadiyah | 31 Oktober 2023, 19:54 WIB
6 Ciri Zaman Kalabendu Versi Ramalan Jayabaya, Poin Terakhir Presiden Angkat Pejabat Dengan Cara Tak Adil!

AKURAT.CO Menurut ramalan versi Jayabaya dari sembilan tahun lalu, situasi di Indonesia saat ini mirip dengan Zaman Kalabendu seperti yang pernah diprediksi oleh Prabu Jayabaya dan R. Ngabehi Ranggawarsita, seorang pujangga besar Jawa.

Dari ramalan tersebut, pernah membahas Zaman Kalabendu yang artinya sebagai ungkapan "zaman edan, yen ra melu edan ora kumanan".

Zaman Kalabendu mengacu pada masa kegelapan dan ketidakpastian yang penuh dengan fitnah dan hoax menyebar, keluarga terpecah, kehidupan susah, KKN meningkat, dan pemimpin kehilangan otoritas.

Ada sejumlah ciri Zaman Kalabendu yang disebut mirip dengan keadaan di dunia saat ini, seperti banyak konflik melibatkan penjahat, kejahatan meningkat, dan pencuri di mana saja, serta alam juga mulai hancur karena banyak bencana.

Baca Juga: Ramalan Kapal Selam Titanic The Simpsons, Prediksi Atau Kebetulan?

Mengutip berbagai sumber, Selasa (31/10/2023), berikut ini ciri Zaman Kalabendu versi ramalan Jayabaya sembilan tahun lalu yang viral kembali.

Ciri Zaman Kalabendu

1. Banyak hubungan keluarga yang hancur 

Zaman Kalabentu itu terjadi ketika batin manusia semakin lemah, iman mereka mudah luluh, dan keyakinan mereka mudah runtuh. 

Banyak orang yang mulai rakus keegoisan, bahkan memiliki hati yang terbakar oleh nafsu angkara murka. 

Selain itu, manusia hanya memikirkan cara cepat menjadi kaya dan bersaing satu sama lain dalam kemewahan.

Ramalan tersebut juga mengatakan akan ada banyak bapak yang lupa anak, dan anak melawan orang tua, saudara melawan saudara, keluarga saling menyakiti, serta murid melawan guru.

2. Zaman yang sengsara bagi umat manusia

Zaman Kalabendu disebut sebagai masa sulit, sengsara, dan kebencian bagi umat manusia yang hidup saat itu.

Ketika Tanah Jawa diwakili oleh Ratu Hartawati, seorang ratu yang hanya mengutamakan kekayaan dan kekayaan lahir, maka rasa kemanusiaan menjadi sangat tipis dan dianggap tidak penting, bahkan dikatakan hampir lenyap.

3. Orang yang berkedudukan tinggi semakin jahat

Ramalan Zaman Kalabendu juga menyebut banyak orang berpangkat tinggi atau memiliki kedudukan menjadi jahat, sehingga orang-orang kecil menjadi lebih jauh. 

Baca Juga: Dosa-dosa Yang Sering Dianggap Sepele Di Zaman Sekarang, Ternyata Sudah Jadi Kebiasaan!

Banyak orang kecil yang tidak ingat bagaimana awal mulanya terjadi. Bahkan, para wanita kehilangan rasa malu mereka, dan laki-laki kehilangan kehormatan mereka. 

Sementara banyak anak kecil mulai mencari keberadaan ayahnya, dan banyak wanita jalan di pinggir jalan. 

Mungkin memang sudah menjadi takdir Tuhan, bahwa Tanah Jawa harus mengalami "wolak waliking zaman atau terjadi perubahan.

4. Orang-orang kecil mulai mencari kesalahan para pejabat

Zaman Kalabendu juga menunjukkan banyaknya bawahan melawan atasan, dan orang kecil mencari kesalahan orang besar, kemudian mengambil jabatan atasannya tersebut. 

Orang-orang mulai mengkhianati satu sama lain, baik teman ataupun saudara sendiri.

Menurut ramalam tersebut, Zaman Kalabendu itu terjadi dari waktu Sultan Pakubuwono IV meninggal hingga zaman kiamat kubro.

5. Suara orang yang lantang dan berani memiliki pengaruh besar

Selain itu, diceritakan bahwa Zaman Kalabendu akan ada hidang untuk orang besar dan orang kecil yang disebut sebagai "Kembang Seruni".

Baca Juga: Ini Ramalan DBS Soal Perekonomian RI Di Tahun Pemilu 2024

Artinya adalah singkatan dari kata "berani". Di zaman Kalabendu, siapa saja yang dapat mengeluarkan suara berani dan menantang akan memiliki pengaruh yang besar di kehidupan, tidak peduli latar belakang pendidikan dan pengalamannya.

6. Presiden mengangkat kawan jadi pejabat secara tidak adil

Saat seorang pemimpin atau presiden memilih kawannya secara tidak adil, maka bisa menjadi tanda Zaman Kalabendu. 

Selain itu, tanda lainnya adalah banyak pejabat menjadi lebih kejam dan penduduk menjadi lebih terisolasi. 

Orang yang tidak jujur akan semakin hancur, sedangkan orang yang curang semakin garang, orang mulia semakin terbuang, dan orang jahat menjadi lebih dihormati. 

Itulah sejumlah ciri Zaman Kalabendu yang cukup mengerikan untuk umat manusia hadapi karena bisa menjadi tanda akhir zaman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.