Akurat Logo

Komika Coki Pardede Kena Semprot Warganet Karena Bercanda Soal Banjir Jakarta

| 3 Januari 2020, 15:54 WIB
Komika Coki Pardede Kena Semprot Warganet Karena Bercanda Soal Banjir Jakarta

AKURAT.CO, Banjir besar yang melanda Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya pada awal tahun 2020 memang meninggalkan banyak cerita pilu. Banyak warga terpaksa mengungsi hingga kehilangan harta bendanya yang terseret arus banjir.

Meski ada sedikit cerita unik yang bisa sedikit menghibur, masih banyak cerita-cerita duka yang menyita simpati warganet pengguna media sosial. Beragam respons pun muncul dari peristiwa banjir Jakarta.

Kebebasan berpendapat memang menjadi tiang utama di media sosial, namun masih ada saja orang yang kehilangan empati di tengah bencana banjir yang melanda ibu kota dengan membercandai bencana banjir tersebut.

Salah seorang komika  Coki Pardede  yang mempunyai banyak pengikut di twitter disemprot oleh warganet dan sesama selebtweet akibat cuitannya yang dianggap tak pantas ketika ada bencana seperti sekarang ini.

Dalam kepercayaan agama Islam pada khususnya, azab seperti banjir yang menimpa suatu wilayah memang dikaitkan erat dengan perbuatan penduduknya yang dianggap suka berbuat maksiat.

Entah mau menyindir atau memang murni guyonan, tweet tersebut nyatanya mendapat respons negatif dari warganet lain. Mereka memberi teguran kepada pengguna Twitter tersebut seperti sebuah utas yang ditulis berikut ini.

"Comedy dari kita awal pelajari, rumus dasarnya tragedy + time = comedy. Kalo dielaborasi bisa panjang, tapi intinya time itu healing. Jadi, sangat tidak bijak untuk bicara seperti ini sekarang, apalagi di tempat umum," begitu @Dzawinur, sesama komika melanjutkan utasnya.

Menurutnya, musibah yang melanda 'masih hangat' dan akan banyak masyarakat yang merasa tersakiti ketika membaca tweet atau pendapat orang yang tak semestinya di media sosial.

"Terlepas dari apa tujuannya, entah menyindir siapa, musibah sebagai objek komedi di saat hangat-hangatnya adalah kesalahan besar. Seharusnya ini cuma konsumsi grup WhatsApp," tambah @Dzawinur.

Dzawin Nur menambahkan, ketika ia mendengar bahwa pesantrennya ikut terendam banjir, tangannya gemetaran teringat tweet dari @pardedereza tersebut. Ia yang merupakan komikus saja tidak terima, apalagi yang bukan pecinta humor.

"Kalo lu ada depan gua pas gua dapet kabar, mungkin gua ga bisa tahan diri. Mending twit lu diapus cok, daripada semakin banyak yg tersakiti. Open mind lah, kayak yang selalu lu agungkan," hardiknya.

Ia juga menyarankan agar pengunggah tweet tentang candaan bencana itu untuk main ke wilayah yang terkena bencana.

"Ga perlu jauh berpikir untuk membantu yang kena musibah, sekedar membantu diri sendiri untuk membangun rasa empati," tutupnya.

Dari kasus tersebut bisa dibilang bahwa kebebasan pendapat bisa saja menimbulkan salah persepsi di kalangan warganet. Cara paling aman adalah bijaklah ketika mengunggah konten media sosial.

Gunakanlah untuk sesuatu yang berguna bagi masyarakat lain alih-alih memperkeruh keadaan yang sudah terjadi seperti sekarang ini. Yuk bijak di media sosial.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.