UMKM Serap 117 Juta Pekerja, Pemerintah Perluas Pembiayaan

AKURAT.CO Kontribusi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap perekonomian Indonesia tidak hanya terlihat dari besarnya jumlah pelaku usaha, tetapi juga dari perannya dalam menyerap tenaga kerja.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyebut sektor UMKM saat ini menyerap hampir 117 juta tenaga kerja atau menjadi salah satu penyangga utama aktivitas ekonomi nasional.
Selain itu, UMKM juga berkontribusi lebih dari 60% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Permendag 19/2026 Tidak Ciptakan Izin Baru bagi UMKM Digital
Menurut Purbaya, dari sekitar 66,5 juta UMKM yang ada di Indonesia, lebih dari 67% merupakan usaha mikro yang masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama akses terhadap pembiayaan.
Karena itu, pemerintah melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) terus memperluas penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha yang belum tersentuh layanan perbankan.
Sejak 2017 hingga Juni 2026, pemerintah telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp65 triliun kepada sekitar 14,9 juta pelaku usaha.
Purbaya menilai dukungan terhadap UMKM menjadi penting karena kelompok usaha mikro merupakan yang paling cepat merasakan dampak ketika terjadi tekanan ekonomi, mulai dari kenaikan harga bahan baku, penurunan permintaan, hingga gangguan distribusi.
Ia menambahkan, meskipun ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% pada triwulan I 2026, pemerintah tetap menempatkan pemberdayaan UMKM sebagai salah satu prioritas dalam APBN 2026.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Bunga Pinjaman Ultra Mikro Turun Jadi 8 Persen
Menurut dia, keberhasilan ekonomi tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan, tetapi juga dari meningkatnya aktivitas usaha masyarakat.
"Masyarakat tidak hanya melihat statistik ekonomi. Mereka ingin mengetahui apakah warung ramai, hasil pertanian laku dijual, dan penghasilannya cukup," kata Purbaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









