Kisah Bandeng Juwana, Oleh-oleh Legendaris Favorit Pemudik di Semarang

AKURAT.CO Musim libur Lebaran selalu membawa cerita tersendiri bagi kota-kota di jalur mudik, termasuk Semarang.
Selain menjadi tempat singgah para pemudik, kota ini juga dikenal sebagai salah satu pusat oleh-oleh khas yang selalu diburu.
Di antara banyak pilihan, nama Bandeng Juwana Elrina sudah lama menjadi favorit.
Bagi sebagian pemudik, perjalanan terasa belum lengkap tanpa membawa pulang bandeng presto khas Semarang ini. Toko oleh-oleh tersebut bahkan telah menjadi bagian dari tradisi mudik selama puluhan tahun.
Baca Juga: BRI Perkuat Layanan Remitansi untuk PMI, Transaksi Naik 27,7 Persen Jelang Lebaran
Cucu pendiri Bandeng Juwana Elrina, Jason Nathaniel Kusmadi menceritakan usaha ini berawal dari mimpi sang kakek untuk memiliki bisnis sendiri demi menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang lebih tinggi, bahkan ke luar negeri.
Awalnya, sang kakek berencana membuka usaha bakery. Namun keterbatasan modal membuat rencana tersebut urung terealisasi.
Dirinya kemudian melihat peluang dari banyaknya penjual bandeng di sekitar rumahnya.
Keluarga pun mulai mencoba mengolah bandeng dan menjualnya secara sederhana di depan rumah. Usaha tersebut resmi dimulai pada 3 Januari 1981 dalam bentuk yang sangat sederhana.
“Waktu itu bukan toko besar seperti sekarang, hanya stand kecil yang menempel di rumah yang juga digunakan sebagai tempat praktik dokter,” ujar Jason.
Perkembangan bisnis ini terbilang cepat. Tiga tahun berselang, tepatnya pada 1984, usaha tersebut berkembang menjadi toko oleh-oleh dengan produk utama bandeng presto yang menjadi ciri khasnya.
Seiring waktu, variasi produk terus bertambah. Selain bandeng duri lunak, kini tersedia bandeng asap, bandeng sangkar, otak-otak bandeng, hingga bandeng tanpa duri.
Baca Juga: Tanpa Ribet, Kirim THR Praktis dengan QRIS Transfer dan Transfer Emas di BRImo
Tak hanya itu, inovasi juga dilakukan dengan menghadirkan produk lain seperti wingko babat, lumpia, tahu bakso, dan bakpia.
“Bandeng tetap jadi produk utama. Tapi kalau hanya jual bandeng, tentu sulit bersaing. Karena itu kami terus berinovasi,” jelas Jason.
Bandeng Juwana Elrina juga membuka peluang bagi pelaku UMKM di sekitar Semarang untuk menitipkan produknya. Berbagai oleh-oleh khas seperti moci, jenang, keripik, hingga abon kini tersedia di satu tempat.
Konsep ini menjadikan toko tersebut sebagai pusat oleh-oleh terpadu atau one stop shopping bagi wisatawan dan pemudik.
“Kalau orang datang, cukup di sini saja cari oleh-oleh,” tambahnya.
Dalam pengembangan usaha, Bandeng Juwana Elrina juga menjalin kerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
Dukungan yang diberikan mencakup akses pembiayaan, pelatihan pengelolaan keuangan, hingga bantuan pengurusan izin usaha seperti PIRT dan sertifikat halal.
Di area toko juga terdapat BRI Corner yang menyediakan berbagai produk kerajinan dan pernak-pernik. Selain itu, pelanggan dapat menikmati beragam promo seperti cashback, tukar poin, hingga program tebus murah.
Menariknya, puncak kunjungan ke toko ini justru terjadi setelah Lebaran, saat arus balik berlangsung.
“Biasanya setelah Lebaran, orang yang kembali ke kota asal mampir membeli oleh-oleh,” kata Jason.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan pihaknya terus mendukung pelaku usaha melalui akses pembiayaan dan pemberdayaan. Hal ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ekonomi daerah.
“Kisah Bandeng Juwana Elrina menjadi contoh bagaimana dukungan pembiayaan dan pemberdayaan dapat mendorong usaha berkembang dan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan
- 10Hanya Kompromi Politik, Fahri Hamzah Tantang DPR Tetapkan Ambang Batas Parlemen Nol atau 20 Persen



