Borong Dagangan di CFD Kota Mataram, Relawan Yakinkan Ganjar-Mahfud Peduli UMKM

AKURAT.CO Para sukarelawan Ganjar-Mahfud memborong produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal saat Hari Bebas Kendaraan (Car Free Day/CFD) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (24/12/2023).
Aksi para sukarelawan Ganjar-Mahfud (Gama) bersama Srikandi Ganjar NTB itu pun menuai pujian dari warga yang tengah berolahraga maupun berwisata kuliner di Jalan Udayana Kota Mataram.
“Respons masyarakat sangat-sangat bagus. Mereka kaget karena (penasaran) banyak yang bertanya ini dari mana. Saya menjelaskan bahwa ini dari relawan Pak Ganjar-Mahfud,” kata Koordinator Wilayah Srikandi NTB, Yuni Eka Fitri.
Baca Juga: iPhone 15 Kini Bisa Isi Daya Cepat Menggunakan USB-C
Para sukarelawan Gama dan Srikandi Ganjar awalnya berkumpul di titik kimpul di ujung Jalan Udayana dekat Kantor DPRD Provinsi NTB lalu bergerak ke arah Bundaran Selaparang.
Di sela kegiatan berjalan kaki bersama, para sukarelawan itu juga mendatangi sejumlah pedagang nasi bungkus dan memborong barang dagangan mereka untuk dibagikan kepada para pejalan kaki lain di sepanjang Jalan Udayana atau lokasi CFD.
Yuni mengatakan aksi sosial itu merepresentasikan kepedulian Calon Presiden Ganjar Pranowo dan Calon Wakil Presiden Mahfud MD terhadap para pelaku UMKM di Kota Mataram.
Baca Juga: WhatsApp Resmi Rilis Fitur Catatan Suara 'Lihat Sekali'
“Harapan masyarakat, semoga Pak Ganjar-Mahfud memperhatikan UMKM karena memang saya menjelaskan beberapa program Pak Ganjar-Mahfud itu benar-benar menyentuh UMKM-UMKM,” ujarnya.
Tak heran, kegiatan positif semacam itu pun semakin menguatkan dukungan masyarakat terhadap pasangan Capres-Cawapres bernomor urut tiga dalam Pemilihan Presiden 2024 mendatang
“Untuk para pemuda milenial khususnya gen-z, jadi mereka ada berbagai variasi (pilihan Capres-Cawapres). Tapi, untuk Pak Ganjar insyaallah di wilayah Nusa Tenggara Barat bisa dipastikan lumayan banyak (dukungan),” kata Yuni memastikan.
Baca Juga: Apple Berhenti Jualan Jam Tangan Online di AS, Ada Apa?
Sementara itu, salah seorang pedagang kaki lima bernama Faizaturrohmi turut mengapresiasi inisiatif para sukarelawan Ganjar-Mahfud karena aksi mereka telah menguntungkan para pelaku UMKM.
“Saya berjualan di sini setiap car free day. Merasa terbantu (oleh para sukarelawan Ganjar-Mahfud) karena sudah diborong kayak begini itu biasanya (terjadi) sekali-kali,” katanya senang.
Faizaturrohmi bersama para pelaku UMKM yang ada di kawasan CFD Kota Mataram juga menitipkan harapannya untuk Capres-Cawapres Ganjar-Mahfud untuk mengembangkan sektor UMKM setelah terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029.
“Mungkin bisa untuk UMKM ini, bisa berjalan lancar, bisa dibantu lagi untuk penjual kaki lima seperti ini,” ujar Faizaturrohmi meyakini pasangan Ganjar-Mahfud bisa mewujudkan harapannya.
Kegiatan mereka kali ini akhirnya ditutup dengan aksi bersih-bersih sampah yang berserakan di sepanjang Jalan Udayana untuk mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








