Akurat Logo

Dari Aspal ke Atelier, Lima Desainer Muda Burgo Indonesia Tampil Memukau di Fashion Nation 2026

Siti Nur Azzura | 21 September 2026, 13:37 WIB
Dari Aspal ke Atelier, Lima Desainer Muda Burgo Indonesia Tampil Memukau di Fashion Nation 2026
Lima desainer muda Burgo Indonesia tampil di Fashion Nation 2026.

AKURAT.CO Lima desainer muda pilihan dari program Fashion Entrepreneur di Istituto di Moda Burgo Indonesia, sukses menampilkan koleksi inovatif terbarunya dalam ajang bergengsi Fashion Nation 2026. Koleksi yang dipamerkan kali ini membawa napas segar yang sangat relevan dengan tren masa kini.

Debut kelima desainer ini dipersembahkan dalam STREETÈ: From Asphalt to Atelier, yang berlangsung dalam satu rangkaian utuh menghadirkan sepuluh look, menelusuri perjalanan dari insting jalanan menuju koleksi siap industri dan siap jual.

"Hari ini kami menampilkan karya dari lima desainer Burgonians. Mereka merupakan desainer pilihan dari program Fashion Entrepreneur. Koleksi yang ditampilkan sangat merepresentasikan karakter Gen Z, dengan perpaduan yang cross-functional seperti memadukan korset dengan pakaian sehari-hari," kata CEO Burgo Indonesia, Jenny Yohana Kansil, Senin (21/9/2026).

Baca Juga: Kemenekraf Dukung IDW 2026 di PIK2, 15 IP Lokal dan Tiga Desainer Muda Didorong Go Global

Inspirasi busana diambil langsung dari gaya berpakaian kasual jalanan yang biasa dikenakan oleh generasi muda sehari-hari, namun dielevasi menggunakan standar pengerjaan couture. Keunikan ini terlihat jelas melalui eksperimen cross-functional, seperti memadukan struktur korset yang anggun dengan pakaian sehari-hari (everyday wear).

Koleksi kolektif yang matang ini lahir dari tangan dingin lima desainer mahasiswa yang saling berkolaborasi di studio Burgo dengan membawa keunikan karakter masing-masing.

Angela Bernice Christian (Bereníkē): Mengeksplorasi ruang antara kerapuhan dan kekuatan emosional melalui desain yang merayakan kepercayaan diri yang tenang dan otentik. Bagi Angela, fesyen adalah media untuk kembali menjadi diri sendiri.

Jasmine Nabila: Memulai langkah dari skala rumahan dengan menjual scrunchie buatan tangan saat SMP, Jasmine sukses mengasah ketajaman teknik pattern making dan konstruksi busana kreatifnya selama tiga tahun terakhir di Burgo.

Baca Juga: Dari Milan ke PIK2, SaloneSatellite Permanent Collection Exhibition Hadirkan Koleksi Desain Internasional

Nadine Emmanuel: Dikenal dengan kemampuannya merancang siluet kontemporer melalui eksplorasi detail yang matang, memadukan konsep visual yang kuat dengan fungsi praktis pakaian sehari-hari.

Safira Nafiis (Sa Vire): Desainer berbasis konsep yang piawai menerjemahkan emosi abstrak menjadi siluet visual yang penuh makna, menyeimbangkan struktur dan fluiditas dalam kesederhanaan yang elegan.

Samantha Kessler (Chimera): Menghadirkan desain sebagai respons terhadap lanskap digital yang kian artifisial, menjadikan karyanya sebagai jangkar untuk merayakan keindahan seni keahlian tangan manusia (handmade).

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.