Kalender Jawa 13 Agustus 2026: Watak Weton Kamis Pahing Memiliki Cita-cita Tinggi

AKURAT.CO Kalender Jawa 13 Agustus 2026 bertepatan dengan Kamis Pahing. Dalam penanggalan Jawa, tanggal tersebut merupakan 28 Sapar 1960, berada pada Tahun Be, Windu Sancaya, dan Wuku Tambir.
Weton Kamis Pahing memiliki neptu 17 yang dalam tradisi Jawa dikaitkan dengan karakter pribadi yang memiliki cita-cita tinggi, pekerja keras, serta memiliki perhatian besar terhadap keluarga. Lantas, seperti apa watak Kamis Pahing dan makna Wuku Tambir pada hari ini?
Baca Juga: Pelaku Pasar Cermati 4 Sentimen Ini, Rupiah Ditaksir Tertekan ke Rp17.940
Kalender Jawa 13 Agustus 2026
Berikut rincian kalender Jawa Kamis, 13 Agustus 2026:
Hari: Kamis
Pasaran: Pahing
Weton: Kamis Pahing
Tanggal Jawa: 28 Sapar 1960
Tahun: Be
Windu: Sancaya
Wuku: Tambir
Neptu: 17
Dalam penanggalan Jawa, weton merupakan gabungan antara hari dalam siklus tujuh harian atau saptawara dan pasaran dalam siklus lima harian atau pancawara. Perhitungan keduanya menghasilkan nilai neptu yang kerap digunakan dalam tradisi Jawa untuk menggambarkan karakter seseorang.
Weton Kamis Pahing
Kamis Pahing memiliki jumlah neptu 17. Nilai tersebut berasal dari Kamis yang memiliki neptu 8 dan Pahing dengan neptu 9.
Dalam tradisi penanggalan Jawa, orang yang memiliki weton Kamis Pahing dikenal memiliki keinginan dan cita-cita yang tinggi. Mereka digambarkan memiliki semangat untuk terus maju serta mampu memberikan pencerahan atau manfaat bagi orang lain.
Kamis Pahing juga memiliki kecenderungan mencintai dan memperhatikan keluarganya. Namun, karakter tersebut juga memiliki sisi yang perlu dikendalikan, salah satunya mudah menyinggung perasaan orang lain melalui perkataan atau sikapnya.
Baca Juga: BNI Catat Fundamental Bisnis Kokoh di Bawah Danantara, Ditopang Pertumbuhan Kredit dan Kualitas Aset
Pangarasan Kamis Pahing
Pangarasan weton Kamis Pahing adalah Lakuning Bumi.
Lakuning Bumi menggambarkan karakter yang pemurah, suka memberi, serta memiliki kecenderungan untuk melindungi orang lain. Sifat tersebut membuat pemilik weton ini digambarkan memiliki kepedulian terhadap orang-orang di sekitarnya.
Pancasuda Kamis Pahing
Kamis Pahing memiliki Pancasuda Lebu Katiyup Angin.
Dalam pemaknaan tradisi Jawa, Lebu Katiyup Angin menggambarkan seseorang yang terkadang mengalami kesulitan dalam mencapai apa yang diinginkan. Usaha yang dilakukan dapat menghadapi hambatan atau tidak langsung menunjukkan kemajuan.
Karena itu, pemilik weton ini dipercaya perlu memiliki kesungguhan dan ketekunan lebih besar untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Wuku Tambir
Kalender Jawa 13 Agustus 2026 berada dalam Wuku Tambir. Dalam tradisi Jawa, Wuku Tambir memiliki lambang dewa Bathara Siwah.
Wuku Tambir digambarkan memiliki watak yang berbeda antara keadaan lahir dan batinnya. Wuku ini juga dikaitkan dengan keinginan untuk memiliki sesuatu dan kecenderungan mengejar apa yang dianggap penting.
Lambang gedhong berada di tengah dan dikaitkan dengan sifat sombong serta keinginan untuk mendapatkan pengakuan. Sementara itu, pohonnya adalah upas yang digambarkan memiliki sifat panas sehingga tidak dapat digunakan untuk berteduh.
Burung yang menjadi lambang Wuku Tambir adalah prenjak. Burung tersebut menggambarkan sifat gesit dan peka, tetapi juga dikaitkan dengan kecenderungan merasa besar meskipun berukuran kecil.
Wuku Tambir juga digambarkan seperti gajah yang lepas dari kandang, yang melambangkan kewibawaan besar. Namun, terdapat pula peringatan agar berhati-hati terhadap bahaya perangkap.
Dalam tradisi tersebut, arah Barat Daya juga menjadi perhatian. Selama tujuh hari dalam Wuku Tambir, masyarakat disarankan menghindari bepergian ke arah tersebut.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 13 Agustus 2026, Siapa yang Akan Dapat Keberuntungan?
Kamis Pahing Wuku Tambir
Kombinasi Kamis Pahing dalam Wuku Tambir memiliki makna tersendiri. Berdasarkan perhitungan dalam penanggalan Jawa, Kamis Pahing pada Wuku Tambir termasuk hari yang banyak keberuntungannya.
Hari tersebut dinilai baik untuk kegiatan yang berkaitan dengan pengolahan lahan pertanian dan memulai proses menyemai padi.
Dengan demikian, kalender Jawa 13 Agustus 2026 tidak hanya menunjukkan weton Kamis Pahing, tetapi juga memberikan gambaran mengenai karakter weton, pangarasan, Pancasuda, hingga makna Wuku Tambir dalam tradisi Jawa.
FAQ
13 Agustus 2026 weton apa?
Tanggal 13 Agustus 2026 bertepatan dengan weton Kamis Pahing.
Apa watak weton Kamis Pahing?
Kamis Pahing digambarkan memiliki cita-cita tinggi, ingin terus maju, mampu memberikan pencerahan kepada orang lain, dan sangat mencintai keluarga. Sisi yang perlu diperhatikan adalah kecenderungan menyinggung perasaan orang lain.
Apa pangarasan weton Kamis Pahing?
Pangarasan Kamis Pahing adalah Lakuning Bumi, yang dimaknai sebagai karakter pemurah, suka memberi, dan melindungi.
Apa Pancasuda Kamis Pahing?
Pancasuda Kamis Pahing adalah Lebu Katiyup Angin. Dalam tradisi Jawa, maknanya berkaitan dengan keinginan yang tidak selalu mudah tercapai sehingga diperlukan kesungguhan dalam berusaha.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah







