AKURAT.CO Dalam upaya menjaga kualitas udara di dalam rumah, tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata) kembali menjadi sorotan. Tak hanya berfungsi sebagai dekorasi minimalis yang estetik, tanaman ini terbukti secara ilmiah mampu menyerap polutan berbahaya dari udara ruangan.
Penelitian legendaris bertajuk NASA Clean Air Study (1989) menyebut lidah mertua sebagai salah satu dari beberapa tanaman yang efektif menyerap zat kimia beracun seperti formaldehida, benzena, xylene, dan trikloroetilen. Studi tersebut dipimpin oleh ilmuwan NASA, Dr. B.C. Wolverton, dalam rangka mencari cara alami menjaga kualitas udara di dalam stasiun luar angkasa.
“Tanaman seperti Sansevieria tidak hanya memperbaiki kualitas udara, tapi juga memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen bahkan di malam hari,” tulis Dr. Wolverton dalam bukunya How to Grow Fresh Air: 50 House Plants that Purify Your Home or Office.
Berbeda dengan sebagian besar tanaman yang melepaskan oksigen hanya di siang hari, lidah mertua menjalankan mekanisme fotosintesis CAM (Crassulacean Acid Metabolism). Proses ini memungkinkan pelepasan oksigen di malam hari, menjadikannya cocok ditempatkan di kamar tidur atau ruang tertutup berpendingin udara.
Tanaman ini juga dikenal tangguh dan minim perawatan, tahan terhadap kekeringan, tidak memerlukan banyak cahaya, serta mampu hidup di dalam ruangan dengan ventilasi terbatas. Hal ini membuatnya menjadi pilihan populer di rumah perkotaan, perkantoran, dan ruang publik.
Selain penelitian NASA, sejumlah studi lanjutan di berbagai universitas, seperti University of Georgia dan State University of New York, turut menegaskan potensi Sansevieria dalam menyerap partikel debu halus dan senyawa organik volatil (VOC).
Dengan manfaat kesehatan yang signifikan dan kemudahan dalam perawatan, lidah mertua kini bukan sekadar pelengkap dekorasi, tetapi juga solusi hijau untuk udara bersih di dalam ruangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








