Beda Dengan Natural Fragrance, Kenali Aroma Synthetic Fragrance Yang Juga Alami Namun Lebih Ramah Lingkungan

AKURAT.CO Meski sama-sama bernuansa alami dan natural, terdapat perbedaan antara natural fragrance dengan synthetic fragrance.
Berdasarkan cara pembuatannya, synthetic fragrance berasal dari bahan sintetis yang dikembangkan dalam laboratorium, sementara natural fragrance merupakan wewangian yang diambil asli dari sumber alam.
Meski tidak sepenuhnya alami, synthetic fragrance justru lebih ramah lingkungan dibandingkan natural fragrance yang membutuhkan bahan dasar asli dari alam, seperti pembuatan aroma tumbuhan, bunga bahkan hewan.
Selain itu, synthetic fragrance yang dihasilkan dari proses kimia ini dinilai lebih variatif karena cara ini menjadikan bahan-bahan alami yang tidak dapat diekstrak ataupun bahan alami yang sudah tidak tersedia di alam, memungkinkan untuk dijadikan wewangian.
Baca Juga: Manfaat Parfum Wangi Natural, Dapat Memicu Rasa Tenang Dan Cocok Meningkatkan Kualitas Tidur
Berikut kelebihan yang dimiliki synthetic fragrance dibandingkan dengan natural fragrance:
- Dapat menciptakan aroma dari bahan yang tidak dapat diekstrak secara alami, contohnya bunga lily, musky, serta freesia
- Dapat menciptakan replika aroma yang tak kalah mirip dengan bahan aslinya
- Dapat menciptakan aroma baru dari bahan yang tidak mungkin diambil komponennya, contohnya aroma laut.
- Dapat melindungi perusakan spesies tumbuhan ataupun hewan yang hampir punah dari pengambilan aromanya, contohnya bunga Kasturi
- Dapat menciptakan aroma yang lebih variatif dan intens dibanding natural fragrance
- Formulasi bahan pembuatannya dapat diatur sehingga mencegah reaksi alergi
- Masa penyimpanannya dapat lebih lama (hingga lima tahun), dibandingkan dengan aroma natural fragrance (hanya bertahan satu sampai dua tahun saja)
Dalam sejarahnya, synthetic fragrance muncul pada abad ke-19 saat industri kimia organik pertama kali muncul.
Saat itu Luigi Chiozza, seorang ahli kimia, berhasil mensintesiskan aroma kayu manis.
Semenjak itu, bahan-bahan alam yang tidak dapat diekstrak menjadi minyak esensial, seperti bunga lily, almond, dan tembakau, dapat disiasati secara kimia dan menjadi wewangian. (Yasmina Nuha)
Baca Juga: 4 Tips Parfum Sebagai Hadiah, Dijamin Bikin Penerima Terkesan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








