AKURAT.CO, Princess Syndrome atau dikenal dengan Cinderella Syndrome menjadi istilah baru yang menggambarkan perilaku kompleks yang dimiliki oleh seseorang. Menurut penulis sekaligus psikolog klinis di California Southern University, Nancy Irwin menyebutkan bahwa Princess Syndrome adalah istilah untuk menggambarkan seseorang perempuan yang bersikap dan berperilaku selayaknya tuan putri, dewi, atau sosok penting lainnya.
Biasanya orang yang mengalami kondisi ini cenderung akan menggambarkan diri mereka sebagai sosok yang luar biasa dan penting untuk diperlakukan layaknya seorang putri. Seperti namanya, istilah Princess Syndrome diambil dari pandangan stereotip karakter putri di dalam novel dan dongeng.
Para tuan putri pada kisah-kisah urban itu sering kali digambarkan cantik, baik hati, dan dicintai banyak orang. Selayaknya seorang tuan putri, orang dengan Princess Syndrome merasa dirinya lemah dan perlu diselamatkan oleh sosok "Ksatria Berbaju Zirah."
Ciri-ciri Pincess Syndrome
Seseorang yang mengalami Princess Syndrome akan memiliki prilaku yang cenderung narsistik. Menurut Irwin orang yang mengalami Princess Syndrome memiliki beberapa tanda berikut:
- Sering menolak untuk mengerjakan sesuatu karena alasan yang tidak relevan, seperti menghindari mengangkat barang karena takut berkeringat.
- Berorientasi pada penampilan dan membangun harga diri dengan berpenampilan cantik.
- Terobsesi pada penampilan dan citra diri yang sempurna.
- Sulit menghargai usaha dan penampilan orang lain.
- Sering mengabaikan perasaan orang lain.
- Secara kronis mengeluh, merengek, bimbang, dan merasa segala sesuatu tidak cukup baik untuk mereka.
- Menolak orang lain yang mereka anggap tidak 'se level' dengan mereka.
- Selalu meminta seseorang melakukan sesuatu untuknya dan merasa bahwa itu sudah kewajiban orang lain untuk membantunya.
- Kesulitan berkompromi dalam hubungan yang setara.
- Merasa bersaing dengan wanita lain.
- Terus menerus menunjukkan kebutuhan ingin barang, pujian, atau uang.
- Memiliki ekspektasi yang tidak realistis tentang bagaimana dirinya dan bagaimana ia harus diperlakukan oleh orang lain.
- Merasa diri sendiri sebagai pusat alam semesta.
Penyebab Princess Syndrome
Dikutip dari Psycology Today, ternyata ada banyak penyebab yang bisa membuat seseorang terkena Princess Syndrome, mulai dari pola asuh hingga perlakuan istimewa yang diperoleh dari lingkungannya.
Hal ini bisa terjadi ketika orang tua memberikan pujian berlebihan kepada anak sehingga akan mempengaruhi harga dirinya.Ini biasanya terjadi pada orang tua yang memberikan label kepada anak bahwa mereka adalah seorang tuan putri, dewi atau sosol lainnya.
Tentu dalam hal ini orang tua bermaksud untuk memuji, namun terkadang anak-anak belum bisa menangkap makna jelas dari pujian tersebut sehingga menimbulkan kesalahpahaman yang berisiko mempercayai hingga dewasa. Oleh karena itu, pola asuh dari orang tua sangat penting untuk mencegah pertumbuhan anak menjadi Princess Syndrome.
Penyebab Princess Syndrome pada seseorang mungkin tidak selalu sama. Namun, istilah Princess Syndrome muncul setelah ditemukan di negara-negara Asia, terutama pada anak-anak orang kaya. Hal ini disebabkan karena si anak sering dimanjakan, jadi anak-anak perempuan tersebut merasa diri mereka dispesialkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9DPR Ajak Semua Pihak Merawat Persatuan Lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
- 10Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan




