Akurat Logo

Ini Warisan Yang Ditinggalkan BJ Habibie Untuk Indonesia

| 24 Februari 2023, 10:15 WIB
Ini Warisan Yang Ditinggalkan BJ Habibie Untuk Indonesia

AKURAT.CO BJ Habibie tutup usia di RSPAD, Rabu, 11 September 2019 dalam usianya yang ke 83 tahun.

Pria kelahiran Pare-Pare, Sulawesi Selatan tersebut tutup usia di umur 83 tahun akibat penyakit jantung yang di deritanya.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Habibie telah dirawat secara intensif di rumah sakit RSPAD Gatot Soebroto oleh Tim Dokter Kepresidenan (TDK) sejak 1 September 2019 lalu.

Kepergian 'Bapak Teknologi Indonesia' ini tak hanya meninggalkan kisah kesetiaannya dengan sang istri, Hasri Ainun Habibie. Prestasi gemilang BJ Habibie yang terukir semasa hidupnya juga memberikan warisan tersendiri bagi bangsa dan dunia.

Profil BJ Habibie

Presiden Jokowi saat menerima kedatangan BJ Habibie di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 24 Mei 2019. (Akurat.co/Sopian)
  • Nama Lengkap: Bacharuddin Jusuf Habibie
  • Tempat dan Tanggal Lahir: Parepare, 25 Juni 1936
  • Pendidikan: 
    • 1955 - 1965, Diplom-Ingenieur hingga Doktor-Ingenieur di RWTH Aachen, Jerman Barat
    • 1993, Doktor (HC) Science dari Cranfield Institute of Technology, Inggris
    • 1997, Profesor Konstruksi Pesawat Terbang dari ITB
  • Karier:
    • 1960-1978, Kerja di Hamburg, Jerman Barat
    • 1973-1978, Wakil Dirut & Direktur Teknologi di MBB, Hamburg
    • 1974, Kembali ke Indonesia atas Permintaan Presiden Soeharto
    • 1976, Dirut PT IPTN
    • 1978, Dirut PT PAL
    • 1978-1998, Menteri Negara Riset dan Teknologi
    • 1991-1999, Ketum ICMI
    • 1998, Wakil Presiden ke-7 RI
    • 1998-1999, Presiden ke-3 RI

Warisan BJ Habibie 

1. Crack Progression Theory

Salah satu temuan besar yang paling terkenal dan diwariskan untuk bangsa Indonesia bahkan dunia ialah Faktor Habibie.

Yakni suatu rumus temuan untuk menghitung keretakan atau crack progression on random saat ia mempelajari fenomena fatigue pada kontribusi pesawat.

Rumus ini mampu menghitung crack progression sampai skala atom dalam material konstruksi pesawat, dan digunakan dalam setiap pembuatan pesawat di seluruh dunia.

Faktor Habibie dinilai bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpan dan bahan bakar) hingga 10 persen dari bobot sebelumnya.

2. Pesawat N250 Gatotkaca

(Photo source: Wikipedia)

Pesawat N250 Gatotkaca yang kini telah dimuseumkan di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Yogyakarta adalah pesawat pertama yang dibuat Indonesia.

Pengembangan pesawat ini tak lepas dari sosok genius pria kelahiran Parepare ini.

Diprakarsari BJ Habibie yang kala itu menjabat sebagai Menristek atau Kepala Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN).

Pesawat N250 PA01 Gatotkaca adalah pesawat pertama hasil dari Grand Strategy tahap 3 yang direncanakan BJ Habibie, yakni Tahap Pengembangan Teknologi.

Awalnya, pesawat tersebut akan diproduksi sebanyak empat unit saja.

Untuk pertama kalinya, pesawat N250 Gatotkaca yang dirancang Habibie tersebut suskes melaksanakan penerbangan perdananya pada 10 Agustus 1995, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harketnas) yang diperingati setiap tahun.

3. Bank Muamalat dan ICMI

Pada wal 1990-an, Habibie juga punya peran penting terkait pendirian Bank Muamalat. Bank Syariah pertama di Indonesia ini didirikan pada 1 November 1991.

Ada campur tangan Habibie dalam proses pendirian Bank Muamalat. Ini berawal ketika Orde Baru, saat ini menteri keuangan JB Sumarlin pada 1988 mengeluarkan Paket Oktober (Pakto 88) yang mendorong berdirinya bank-bank.

Saat itu, umat Islam bertanya soal bunga bank yang bagi sebagian kalangan dianggap haram. Ketua MUI, Hassan Basri pada 1991 membawa masalah ini ke Munas MUI soal wacana bank tanpa bunga.

Habibie yang saat itu dekat dengan Soeharto dan menjabat sebagai ketua ICMI pertama sejak Desember 1990, punya peran melobi Soeharto, hingga akhirnya Soeharto setuju dirikannya Bank Muamalat.

4. Pekerjaan Rumah N2130 Hingga R80 Regioprop

(Photo source: PT Dirgantara Indonesia)

Habibie sempat menggarap proyek kelanjutan dari N250 atau R80 Regioprop beberapa tahun lalu. Ia mendirikan PT Regio Aviasi Industri (RAI) yang dibentuk oleh Habibie pada 2012.

Pesawat N-250 dengan R80 sangat berbeda sekali. Perbedaannya di antaranya dari ukuran, R80 jauh lebih besar dari pada N-250, karena R80 memiliki daya tampung hingga 80 kursi sementara N-250 hanya 50 kursi.

Sebelumnya Habibie juga belum menuntaskan proyek pengembangan pesawat jet N2130 sebagai pengembangan N250 yang bermesin baling-baling.

Tak hanya itu, warisan-warisan BJ Habibie masih banyak lagi, antara lain:

Demokrasi dan Pemerintahan

  • Undang-Undang (UU) Pers
  • UU Partai Politik
  • Pembatasan Masa Jabatan Presiden & Wakil Presiden
  • Pembebasan Narapidana Politik
  • UU Susduk DPR/MPR 
  • UU Otonomi Daerah
  • Referendum Timor Timur
  • UU Larangan Praktik Monopoli
  • UU Perlindungan Konsumen.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.