Akurat Logo

Berkenalan Dengan Barongsai, Sang Penolak Bala Ciri Khas Imlek

| 16 Januari 2023, 12:21 WIB
Berkenalan Dengan Barongsai, Sang Penolak Bala Ciri Khas Imlek

AKURAT.CO, Dalam waktu dekat, perayaan Imlek 2023 akan berlangsung. Setelah melewati masa pandemi, perayaan Imlek diekspetasikan akan berjalan meriah seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu ciri khas dan ikon besar dari perayaan Imlek adalah barongsai.

Ilustrasi barongsai

Barongsai merupakan tarian tradisional yang berasal dari Tiongkok. Tarian ini dikenal karena menggunakan barong atau sarung tiruan hewan yang menyerupai singa.

Tradisi ini biasanya dijumpai dengan khasnya yang berwarna merah, selain mewakili arti memiliki keberanian yang besar, warna merah juga kental dengan perayaan Imlek.

Sejarah Barongsai

Ilustrasi barongsai

Sejak ribuan tahun, Barongsai dipercaya menjadi simbol penolak bala atau mendatangkan keberuntungan. Sejarah pertama barongsai bisa ditelusuri dari masa Dinasti Chin pada abad ketiga sebelum masehi.

Tradisi ini mulai populer di zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) pada tahun 420-589 Masehi. Berawal dari kewalahan pasukan Raja Song Wen dalam menghadapi pasukan gajah Raja Fan Yang dari negeri Lin Yi, salah satu anggota pasukannya mencoba untuk mencari cara untuk memutarbalikKan keadaan.

Ialah seorang panglima bernama Zhong Que yang mencoba untuk membuat sebuah boneka tiruan berbentuk singa. Tidak disangka, upaya ini berhasil untuk mengusir pasukan Raja Fan Yang.

Bermula dari situlah barongsai melegenda hingga hari ini.

Makna Barongsai

Ilustrasi barongsai

1. Singa dipercaya masyarakat Tionghoa sebagai simbol dari kekuatan, kebijaksanaan, dan keunggulan.

2. Makna barongsai juga sejalan dengan warnanya. Warna kuning melambangkan bumi (pusat), warna hitam melambangkan air (utara), warna hijau melambangkan kayu (timur), warna merah melambangkan api (selatan), dan warna putih melambangkan logam (barat).

3. Tanduk pada barongsai memiliki makna hidup dan regenerasi, serta mewakilkan perempuan.

4. Dahi dan jenggot yang mewakili laki-laki memiliki arti kekuatan dan kepemimpinan.

5. Telinga serta ekor melambangkan kebijaksanaan dan keberuntungan.

6. Tulang belakang mewakili pesona dan kekayaan.

7. Punuk belakang adalah simbol panjang umur.

8. Barongsai dipercaya bisa mengusir energi negatif ditambah suara kencang dari alunan musik yang bisa menyucikan tempat.

9. Bisa mengusir roh jahat yang nantinya akan berdampak pada kesuksesan usaha.

10. Membawa keberuntungan dan kekuatan.

Tarian Barongsai

Ilustrasi barongsai

Barongsai terdiri dari dua jenis yaitu Singa Utara dan Singa Selatan. Singa Utara ditandai dengan adanya surai ikal dan berkaki empat. Sementara itu, Singa Selatan lebih variatif dengan adanya sisik dan bertanduk.

Singa Utara adalah tiruan yang lebih mirip singa asli, ini karena Singa Utara memiliki surai dan berkaki empat layaknya hewan singa. Sedangkan Singa Selatan memiliki bentuk yang variatif dan lebih ekspresif.

Singa Selatan juga memiliki dua jenis. Yang pertama adalah Fo Shan atau Fat Shan dengan ciri memiliki tanduk lancip, mulut seperti bebek, dahi yang tinggi, dan ekor yang lebih panjang. Kedua adalah Hok San dengan ciri memiliki mulut moncong ke depan, tanduk yang tidak lancip, dan ekor yang lebih pendek atau kecil. Faktanya, kedua nama ini diambil dari nama tempat di Tiongkok.

Gerakan Singa Utara dan Singa Selatan juga berbeda. Singa Utara yang memiliki empat kaki biasanya lebih penuh dinamika dan lincah. Singa Selatan biasanya menampilkan tarian dengan goyangan kepala yang keras dan melonjak-lonjak bersamaan dengan alunan musik.

Penampilan barongsai kental dengan alunan musik drum, gong, dan gembrengan. Terkadang ditampilkan bersamaan dengan petasan untuk memeriahkan suasana.

Kenapa Barongsai Erat Dengan Perayaan Imlek?

Ilustrasi barongsai

Tentu kita menyadari bahwa ada kaitan erat antara barongsai dengan perayaan Imlek. Singa besar ini bak ikon wajib yang pertunjukannya tidak hanya ditunggu anak-anak, tetapi mencakup ke seluruh usia.

Penampilan barongsai dengan suara musiknya yang keras, dipercaya masyarakat Tionghoa bisa mengusir roh-roh jahat dan energi negatif. Selain itu, barongsai juga bisa membawa hal-hal baik atau keberuntungan. Alasan ini dinilai bisa menjadi pembuka yang baik bagi tahun baru.

Karena banyaknya makna baik di balik barongsai, tradisi ini bukan hanya dipertontonkan pada saat Imlek tetapi juga pada hari besar China lainnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.