AKURAT.CO Old money mengacu pada keluarga yang kekayaannya telah diturunkan dari generasi ke generasi.
Sementara di Eropa, old money dikaitkan dengan gelar bangsawan, garis keturunan aristokrat, atau keluarga yang kekayaannya sudah ada sejak berabad-abad lalu.
Di sisi lain, new money mengacu pada mereka yang menjadi kaya di kemudian hari dan yang gayanya sering atau terkadang dianggap terlalu keras dan mencolok.
Sementara itu, TikTok sempat dipenuhi dengan tren old money aesthetic. Dengan hashtag #oldmoneyesthetic, gaya old money sudah mencuri perhatian banyak orang.
Tidak diragukan bahwa banyak orang terpesona oleh tampilan rapi, klasik dan elegan ala old money.
@oldmoneylifestyle_ Old money or new money?#oldmoney #fyp #xzybca #targetaudience original sound - Stella Convertino
Melansir Glamour UK, gaya busana old money dikenal sebagai "quiet luxury," sering kali terdiri dari pakaian yang rapi, monokromatik, dan mewah.
Beberapa orang menganggap gaya busana para old money itu sangat berkelas dan sophisticated, sementara yang lain menganggapnya usang dan ketinggalan zaman.
“Orang-orang yang membeli logo mencolok cenderung ego-driven. Sementara orang yang membeli barang yang tidak dapat diidentifikasi, barang yang mungkin hanya dikenali jika kamu mengetahuinya, mereka sama sekali tidak peduli dengan menunjukkan status mereka,” kata psikolog konsumen Katie Nightingale kepada Vogue, dikutip AKURAT.CO, Kamis (9/6/2022).
Adapun beberapa brand yang identik dengan old money adalah Chanel, Loro Piana, Ralph Lauren, Barbour, Ermenegildo Zegna, Brunello Cucinelli, Brioni, Armani.
Semua brand ini dianggap mengusung kemewahan sejati karena desainnya yang elegan, penekanan pada kualitas dan keahlian, serta tidak terdiri dari logo besar dan pola yang mencolok.
Oleh sebab itu, brand ini dikenal sebagai barang abadi yang benar-benar dapat diturunkan dari generasi ke generasi.
Di sisi lain, brand seperti Gucci dan Balenciaga memiliki lebih banyak getaran new money karena logo mencolok. Meski begitu, sekali lagi, pakaian adalah tentang kenyamanan dan preferensi masing-masing.
Selain itu, ada banyak faktor yang memengaruhi gaya busana seseorang, mulai dari pekerjaan hingga tempat tinggal.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat




