Akurat Logo

CEO Rukita Beri Kesempatan "Hero" Covid-19 untuk Tinggal Di Unit Rukita Gratis

Iqbal Rizkyka | 23 Desember 2021, 22:55 WIB
CEO Rukita Beri Kesempatan "Hero" Covid-19 untuk Tinggal Di Unit Rukita Gratis

AKURAT.CO, Pandemi covid-19 yang melanda Indonesia lebih dari setahun belakangan ini, mendorong setiap masyarakat untuk tetap berjuang dan bertahan dalam menghadapi segala perubahan yang terjadi di masyarakat.

Tak hanya para tenaga kesehatan yang menjadi pahlawan di garda terdepan, berbagai elemen masyarakat terjun langsung berkontribusi ke masyarakat meringankan beban akibat dampak pandemi. 

CEO dari Startup Penyedia Hunian Co-Living untuk Kaum Milenial, Rukita yakni Sabrina Soewatdy, menjelaskan bahwa berangkat dari kemunculan para pahlawan pandemi inilah, Rukita menggelar Program “Home For Heroes”.

Program ini memberikan apresiasi kepada para ‘Pahlawan’ pandemi yakni para milenial yang menjadi aktivis sosial yang memberikan inisiasi-inisiasi positif selama pandemi. Melalui program ini, Rukita memberikan apresiasi berupa kesempatan kepada seluruh 'Hero' untuk tinggal di unit Rukita secara gratis selama 6 bulan.

“Rukita sangat mengapresiasi para milenial yang memiliki inisiatif untuk berbuat baik terhadap sesama selama pandemi ini dan menginspirasi banyak orang. Untuk itu melalui program Home For Heroes ini kami memberikan kesempatan bagi para ‘Hero’ untuk tinggal di unit kami secara gratis. ” ujar Sabrina dalam siaran pers di Jakarta, dikutip pada Kamis (23/12).

Pada November hingga Desember, Rukita telah membuka pendaftaran secara public lewat sosial media Rukita kepada para milenial yang ingin ikut serta program ini. Sekaligus Rukita juga menggandeng komunitas Turun Tangan untuk menominasikan kandidatnya. 

Kemudian, Rukita melakukan seleksi dan berhasil memilih 3 sosok“Pahlawan Pandemic” para inisiator program-program inspiratif di tengah Pandemi. 

Penerima Program Home For Heroes yang pertama yakni, Muhammad Alif Maulana, 23 Tahun, Mahasiswa, inisiator program ‘Cebanan’ (Charity Tanpa beban) yang menerima unit Rukita RKBM Gandaria Jakarta Selatan. 

Melalui program ‘Cebanan’, dia mengajak rekan-rekannya di kampus dan lingkungan tinggalnya di Tangerang untuk bersama-sama mengumpulkan donasi untuk diberikan kepada orang-orang tidak mampudi sekitar Tangerang dan Jakarta. 

Donasi diberikan kepada para fakir miskin di jalanan, pemulung keliling, hingga panti asuhan yang disebarkan bersama teman-temannya.

“Kedepannya saya ingin membuat program ‘Cebanan’ ini terus berkelanjutan tak hanya selama pandemi. Dan saya senang sekali dengan Program Home For Heroes ini, yang memberikan apresiasi kepada saya, yang kebetulan sangat membutuhkan hunian yangdekat dengan kampus saya. Saya berharap apa yang saya lakukan dapat menginspirasi teman-teman milenial lainnya,” ungkap Alif. 

Kedua, Marizka Witya Putrini, 28 Tahun, Karyawan Swasta, yang menerima unit Rukita Permata Tomang, Jakarta Barat. Marizka memiliki inisiasi untuk mempromosikan produk-produk umkm di sosial media milik pribadinya. 

Marizka juga berbagi ilmu digital marketing ke para UMKM di sekitar tempat tinggalnya di Bogor dan Jakarta di tengah pandemi. Marizka menjelaskan, sejak dirinya sempat terkena PHK diawal pandemi, selain membuka usaha kecil-kecilan ia pun tergerak untuk membantu mempromosikan produk UMKM di sekitarnya secara gratis. 

“Sebenarnya yang saya lakukan bisa dilakukan banyak orang asal punya kemauan. Jangan pernah malu untuk membantu para UMKM, dengan mempromosikan di media sosial kita. Mungkin kita berpikir hal ini kecil, tapi ternyata impactnya besar untukmereka yang berjualan, jadi terbuka peluang untuk memperbesar usahanya apalagi di tengah pandemi,” jelas Marizka.

Ketiga, Alyaa Irbah, 22 Tahun, Freelancer, Inisiator Program Healthy Kit dan ‘Patungan Segeng’ (Se-Geng), yang menerima unit Rukita Jati Anom Pejaten, Jakarta Selatan. 

Dalam Program Healthy Kit, Alya mengajak masyarakat dan komunitasnya untuk berdonasi untuk membagikan healthy kit yang berisi susu steril, vitamin dan lainnya kepada para pekerja transportasi umum dan sektor publik lainnya.

Sementara itu, Patungan Se-Geng yang juga diinisiasinya mengajak para anak muda untuk berdonasi dengan cara yang seru dan menarik. Alyaa yang saat ini masih berada di Semeru, Jawa Timur untuk membantu korban terdampak erupsi, menjelaskan bahwa Anak muda tidak melulu soal nongkrong-nongkrong dan ngajak ke mall, tapi bisa berbuat sosial alias ‘Donasyik’, donasi itu asyik. 

“Kita bisa bantu menjaga Kesehatan para pekerja transportasi public dan lainnya dengan memberikan Healthy kit tersebut. Sementara, Patungan Segeng mengajak kaum muda bahwa setiap circle yang dimiliki anak muda bisa dimanfaatkan demi kemanusiaan,” ungkap Alyaa. 

Tak hanya mendapatkan kesempatan menempati unit Rukita secara gratis selama enam bulan, para penerima program juga mendapatkan benefit lain yakni subsidi biaya listrik dan air setiap bulannya. Ditambah, selepas program enam bulan berakhir, bagi parapeserta program Home For Heroes yang ingin meneruskan tinggal di beragam unit Rukita, akan mendapatkan diskon spesial.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.