Akurat Logo

Industri Estetika Terus Berkembang, Ini Tantangan Para Dokter Kecantikan

Khaerul S | 18 Februari 2019, 09:05 WIB
Industri Estetika Terus Berkembang, Ini Tantangan Para Dokter Kecantikan

AKURAT.CO, Perkembangan zaman turut membawa segala macam perubahan, salah satunya industri kecantikan yang mau tak mau harus siap dihadapi. Pada tahun 2019 ini, industri kecantikan telah memasuki era baru yakni era Beauty 4.0.

Beauty 4.0 sendiri hadir karena pengaruh media sosial yang telah mempengaruhi seseorang untuk lebih peduli terhadap penampilan agar bisa tampil eksis di medsos. Lalu bagaimana tantangan para dokter kecantikan dalam menghadapi hal ini?

Berikut penjelasan President Director Miracle Aesthetic Clinic Group, dr. Lanny Juniarti, Dipl. AAAM, kepada AkuratTren ketika ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

"Beberapa tahun lalu, dokter akan mengarahkan mana perawatan yang tepat bagi klien. Seiring berjalannya waktu, klien juga punya keinginan mengikuti tren yang ada. Sebagai seorang ahli di bidang estetik, kita harus dapat menyarankan perawatan apa yang tepat untuk memenuhi keinginan klien dengan tetap memiliki kekhasan tampilan wajahnya menjadi versi terbaik dari dirinya. Sehingga, rasa percaya diri mereka semakin bertambah," ungkapnya.

Tak hanya itu, ada tantangan lain yang tidak bisa dianggap sepele yang menjadi concern para dokter kecantikan.

"Namun, tidak cukup sampai disitu saja, kita juga perlu memahami apakah perawatan kecantikan yang dilakukan dapat memberikan dampak yang lebih baik pada kehidupan sosial mereka. Jangan sampai misalnya wajah pelanggan malah menjadi bahan hujatan orang seperti tidak proposional maupun terlihat aneh," tambahnya.

Lebih lanjut, dr. Lanny menjelaskan, untuk memenuhi tuntutan industri estetika kecantikan sekarang ini, para klien tidak bisa sembarangan melakukan berbagai macam treatment kecantikan. Karena, tidak sedikit klinik kecantikan ilegal yang bermunculan di beberapa tempat.

"Jadi klien mesti makin waspada juga. Melakukan ini itu perlu ada sertifikasi dari dokter, dan segala macamnya," tutupnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A