Akurat Logo

Jangan Menulis Hal Buruk di Buku Harian! Ini Akibatnya

Khaerul S | 16 Juli 2018, 20:39 WIB
Jangan Menulis Hal Buruk di Buku Harian! Ini Akibatnya

AKURAT.CO Secara etimology, diary adalah catatan harian. Biasanya, untuk mencatat kejadian yang dialami setiap hari. Namun, seiring dengan bergesernya tren, dairy adalah pelarian. Diary kini dianggap bisa merefleksikan apa yang dialami seseorang dalam hidupnya. Diary pun menjadi ajang curhat.

Tapi, psikolog menyarankan, catatan harian sebaiknya jangan menulis pengalaman buruk. Itu akan berdampak buruk bagi kehidupanmu. Sebab, diary bukan film horor. Diary sebaiknya merepresentasikan hal positif saja.

“Dengan menulis emosi positif bisa berdampak positif terhadap kesehatan mental,” kata Michael Smith dari Universitas Northumbria, dilansir Daily Mail pada Minggu (15/7).

Penelitian yang dilakukan Universitas Nothumbria menunjukkan orang yang menulis pengalaman positif selama 20 menit setiap hari bisa meningkatkan mood baik. Ketika menulis hal positif selama dua menit sehari juga bisa menunjukkan pengurangan komplain kesehatan orang tersebut.

“Namun, kita tidak mengetahui dampak menulis hal positif dengan stres dan kekhawatiran,” kata Michael.

Bagaimana menulis hal positif? Michael menyarankan orang bisa menulis ulang dari buku yang baik, lagu yang keren, dan cerita positif. Itu bisa mengurangi stres, kekhawatiran, dan dampak buruk kesehatan seperti sakit kepala.

“Dalam menulis emosional, kamu tak perlu ikut terapi atau pelatihan. Kamu bisa melakukan dengan mudah di rumah,” kata Michael.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A