PIK 2 Ramadan Under The Dome: Bukti Inklusivitas untuk Semua Keberagaman

AKURAT.CO Festival Ramadan Under The Dome di PIK 2 sukses menunjukkan bahwa kawasan ini adalah ruang inklusif bagi seluruh kalangan dan keberagaman.
Acara yang berlangsung dari 21 hingga 23 Maret 2025 ini mengundang antusiasme masyarakat dari berbagai latar belakang.
“PIK 2 merupakan daerah hunian yang sangat inklusif. Semua keragaman ada di sini, mulai dari budaya, agama, hingga berbagai etnis,” ujar Managing Director Spike Air Dome, Ryan Adrian.
Ryan menjelaskan, penyelenggaraan PIK 2 Ramadan Under The Dome bertujuan untuk menunjukkan keterbukaan PIK 2 terhadap berbagai kegiatan, termasuk acara keagamaan.
“Tujuannya adalah membuka diri terhadap semua kegiatan yang ada di PIK 2. Kebetulan ini bulan Ramadan, jadi kami mengadakan acara ini. Harapannya, ini bisa membuka pintu bagi masyarakat luas, khususnya warga di sekitar sini,” tambahnya.
Baca Juga: 5 Menit Saja! Resep Es Timun Suri Praktis untuk Buka Puasa yang Menyegarkan
Animo pengunjung pada hari pertama terbilang sangat positif. Ryan menyebutkan bahwa penjualan tiket online yang dibuka sejak tiga minggu lalu sudah mencapai sekitar 1.600 tiket.
“Harapannya, pengunjung yang belum mendapatkan tiket secara online bisa membelinya langsung di lokasi dan bergabung bersama kami di sini,” jelas Ryan.
Lebih dari sekadar akses masuk, tiket yang dibeli juga dapat ditukarkan dengan paket berbuka puasa.
“Pengunjung bisa menikmati buka puasa bersama. Kami ingin menciptakan suasana Ramadan yang nyaman dan menyenangkan,” ujarnya.
Ryan menegaskan bahwa PIK 2 Ramadan Under The Dome akan menjadi acara tahunan di PIK 2, dengan tahun ini sebagai langkah awal.
“Ini adalah tahun pertama kami mengadakan acara ini. Semoga sukses dan dapat terus berlanjut. Harapannya, acara ini bisa menjadi tradisi tahunan di PIK 2,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








