Akurat Logo

Tips Atur THR: Strategi Agar Duit Lebaran Tak Terkuras dalam Sekejap

Ahada Ramadhana | 9 Maret 2025, 00:00 WIB
Tips Atur THR: Strategi Agar Duit Lebaran Tak Terkuras dalam Sekejap

AKURAT.CO Setiap menjelang Lebaran, momen yang paling ditunggu para pekerja di Indonesia adalah pencairan Tunjangan Hari Raya (THR).

Namun, sayangnya, bagi banyak orang, THR sering kali hanya numpang lewat—datang pagi, habis sore.

Certified Financial Planner sekaligus CEO & Founder Finante.id, Rista Zwestika, WMI, membagikan strategi agar uang THR tidak langsung ludes begitu saja.

Menurutnya, kesalahan terbesar dalam mengelola THR, terutama di kalangan anak muda, adalah tidak memiliki rencana keuangan yang jelas.

"Banyak yang langsung menghabiskan THR tanpa daftar prioritas. Akhirnya, uang habis begitu saja tanpa sempat digunakan untuk hal yang lebih produktif," ujar Rista, Sabtu (8/3/2025).

Baca Juga: Politikus Nasdem Ahmad Ali Temui Penyidik KPK di Banyumas, Kasus Korupsi Rita Widyasari Makin Panas!

Strategi Anti Bokek Pasca-Lebaran

Rista menyarankan agar sebelum membelanjakan THR, buat perencanaan yang matang dengan skema alokasi berikut:

1. Lunasi Utang (30-40 persen)

Jika memiliki utang berbunga tinggi, alokasikan THR untuk melunasinya terlebih dahulu agar tidak semakin membengkak.

2. Dana Darurat (20 persen)

Tabung sebagian THR untuk dana darurat, minimal sebesar 6-12 bulan pengeluaran, agar siap menghadapi situasi tak terduga.

3. Kebutuhan Mendesak (30 persen)

Gunakan untuk hal penting seperti perbaikan rumah, biaya kesehatan, atau keperluan keluarga lainnya.

4. Self-Reward (10 persen)

Tidak ada salahnya menikmati hasil kerja keras, tetapi tetap batasi agar tidak kebablasan.

5. Investasi Sederhana (10 persen)

Sisihkan sebagian untuk investasi likuid seperti deposito atau reksadana pasar uang agar THR bisa berkembang.

Baca Juga: Banjir Datang, Prabowo Turun! Warga Babelan Bekasi Curhat: Dua Minggu, Dua Kali Kena Rendam

Jebakan THR: Uang Habis, Nyesel Belakangan

Menurut Rista, ada beberapa kesalahan umum yang membuat THR cepat menguap:

- Belanja impulsif gara-gara tergoda diskon dan promo hari raya di marketplace.

- Menuruti tekanan sosial, seperti membeli gawai terbaru atau pakaian mahal agar terlihat keren di hadapan teman dan keluarga.

- Menggelar pesta berlebihan, padahal kondisi keuangan tidak mendukung.

- Menganggap THR sebagai ‘uang panas’ yang harus segera dihabiskan, tanpa berpikir jangka panjang.

"Tunda dulu membeli barang mahal selama 1-2 minggu. Jika masih merasa butuh setelah itu, baru pertimbangkan untuk membeli," sarannya.

Rista juga mengingatkan pentingnya komunikasi dengan keluarga mengenai penggunaan THR. Misalnya, berbagi rezeki dengan orang tua tanpa harus mengorbankan tabungan pribadi.

Baca Juga: Minyakita ‘Disulap’ 1 Liter Jadi 800 Mililiter, Mentan Amran Geram: Tutup dan Segel Perusahaannya!

Sebagai contoh, jika seseorang menerima THR sebesar Rp5 juta, maka alokasinya bisa seperti ini:

- Rp1,5 juta (30 persen) untuk membayar utang
- Rp1 juta (20 persen) untuk dana darurat
- Rp1,5 juta (30 persen) untuk kebutuhan keluarga
- Rp500 ribu (10 persen) untuk hiburan
- Rp500 ribu (10 persen) untuk investasi

Dengan strategi ini, THR tidak hanya sekadar lewat, tetapi bisa menjadi langkah awal menuju keuangan yang lebih stabil. Jadi, jangan sampai kebiasaan lama bikin THR langsung ludes!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.