Akurat Logo

Tujuan Dan Proses Sosialisasi Dalam Membentuk Kepribadian Manusia

Eko Krisyanto | 22 September 2023, 16:09 WIB
Tujuan Dan Proses Sosialisasi Dalam Membentuk Kepribadian Manusia

AKURAT.CO Dalam kehidupan bermasyarakat orang-orang perlu melakukan sosialisasi dalam menjalin interaksi antar sesama individu, kelompok sosial dan juga masyarakat sosial.

Sosialisasi dimulai dari lingkup terkecil yakni dalam keluarga, orang tua harus bisa mensosialisasikan kepada anak-anaknya tentang cara bersikap, berbicara, dan juga menghormati orang-orang yang ada dilingkungan sekitarnya.

Hal ini harus diajarkan oleh orang tua kepada anak sejak dini.

Dikutip dari Gramedia pada Jumat (22/9/2023), sosialisasi merupakan suatu proses interaksi dan pembelajaran yang dilakukan oleh manusia sejak lahir hingga akhir hayatnya dalam suatu budaya masyarakat. Secara jelasnya sosialisasi merupakan proses pembelajaran dari manusia sehingga bisa mengenali lingkungannya, baik itu lingkungan fisik maupun sosial.

Sedangkan secara umum, sosialisasi merupakan proses belajar mengajar dalam masyarakat, dan juga proses penanaman nilai. Dengan adanya sosialisasi seseorang akan mengetahui banyak hal dalam memahami hak dan kewajibannya berdasarkan peran masing-masing yang sesuai dengan budaya di masyarakat.

Baca Juga: Simak 8 Peran Keluarga Dalam Proses Sosialisasi Kehidupan

Tujuan dari Sosialisasi

Ada beberapa tujuan sosialisasi yang harus diketahui. Sebagaimana dikutip dari beberapa sumber, berikut ini tujuan-tujuan dari sosialisasi:

  • Setiap individu mendapatkan hak hidup di tengah-tengah masyarakat, hal ini bisa terjadi selama individu mampu untuk menghayati nilai dan norma dalam kehidupan.
  • Setiap orang dapat menyesuaikan tingkah lakunya dengan budaya yang dimiliki oleh masyarakat. Dalam lingkup masyarakat yang terikat kuat dengan budaya, maka anggota masyarakatnya harus bisa mengaplikasikannya sebagai perilaku dan kebiasaan.
  • Setiap individu dapat menyadari dan memahami posisi dan peranya dalam masyarakat, hal ini bertujuan agar setiap orang bisa secara aktif dan positif dalam kehidupan sehari-hari.
  • Setiap individu mampu menjadi anggota masyarakat yang baik sesuai dengan nilai dan norma yang ada di masyarakat.
  • Keutuhan masyarakat akan terwujud dan selalu terpelihara apabila masyarakatnya bisa saling berinteraksi dengan baik.

Sosialisasi bisa terwujud apabila adanya perantara atau agen penggeraknya, agen dari sosialisasi adalah keluarga, teman, lingkungan sekolah, pekerjaan dan juga agen dari sosialisasi adalah media massa. Dan tentunya dalam sosialisasi dilakukan dengan beberapa proses sehingga seseorang bisa membentuk jati dirinya.

Baca Juga: Kaum Introvert, Berikut 17 Aktivitas Yang Bisa Merusak Otak, Salah Satunya Kurang Sosialisasi

Proses dan Cara Melakukan Sosialisasi

Jati diri bisa terbentuk dengan melakukan proses sosialisasi yang baik dalam kehidupan bermasyarakat. Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini proses sosialisasi yang perlu diketahui dan dapat membantu dalam membentuk kepribadian yang baik:

  1. Internalisasi nilai-nilai. Proses penanaman dan pembiasaan norma dan nilai-nilai sosial ke dalam individu, hal ini sudah berlangsung sejak lahir, dan diajarkan oleh orang tua sejak dini.
  2. Enkulturasi. Pengembangan yang berasal dari nilai-nilai budaya, yang memang sudah tertanam dalam diri seseorang, sehingga menjadi sebuah kebiasaan dalam berperilaku sehari-hari.
  3. Dan yang terakhir ialah pendewasaan diri. Pendewasaan diri adalah proses sosialisasi yang berasal dari penggabungan internalisasi nilai-nilai dan enkulturasi secara terus-menerus. Pendewasaan seseorang merupakan puncak dari pembentukan kepribadian manusia yang sudah terbentuk secara utuh.

Fase pendewasaan dikatakan sebagai proses seseorang yang sudah siap untuk memegang tanggung jawab dan peran dalam masyarakat. Sudah terbentuknya nilai-nilai dan moral yang sesuai dengan kebudayaan yang di masyarakat lewat proses sosialisasi yang sudah dilakukan sejak dini dan dari lingkungan keluarga sampai dengan lingkungan sosial yang besar yakni di tengah-tengah masyarakat.

Sedangkan cara-cara dalam melakukan sosialisasi ialah:

  • Pelaziman/conditioning. Yakni cara sosialisasi dengan menggunakan reward atau punishment.
  • Imitasi. Cara sosialisasi dengan meniru perilaku orang lain, yang mana hal ini bisa dilihat dari kebiasaan orang tua yang dapat dicontoh oleh anak, dalam artian meniru perilaku baik orang lain.
  • Identifikasi. Cara ini ialah sosialisasi dengan meniru perilaku individu lain untuk dijadikan sebagai panutan atau role mode.
  • Internalisasi. Cara sosialisasi yang berasal dari kesadaran setiap individu. Yang mana cara sosialisasi ini, orang-orang sudah paham dan memiliki kesadaran untuk menaati nilai dan norma. (Raodatuljanah)
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK