Kenapa Bangkai Kapal Titanic Tidak Diangkat Ke Daratan? Ini 5 Alasannya

AKURAT.CO Kamu pasti tidak asing dengan Kapal Titanic yang sempat dibuat film di tahun 1997 kan? Kapal yang dibangun pada awal abad ke-20 dan dianggap terbesar dan paling mewah pada masanya.
Pada pelayaran perdananya, Titanic berangkat dari Southampton, Inggris, menuju New York City, Amerika Serikat.
Namun, pada malam tanggal 14 April 1912, Titanic bertabrakan dengan gunung es di Samudra Atlantik Utara. Benturan ini merusak lambung kapal dalam skala yang cukup serius dan menyebabkan air masuk ke dalam kapal.
Tenggalamnya kapal Titanic pun menjadi salah satu bencana maritim paling terkenal dalam sejarah. Sudah sangat lama Titanic berada di dasar laut, namun kenapa bangkai kapal Titanic tidak diangkat ke permukaan?
Alasan Kapal Titanic Tidak Diangkat ke Permukaan
Berikut beberapa alasan mengapa bangkai Titanic tak diangkat ke permukaan.
1. Jarak tenggelam dan ditemukan terlalu lama
Seperti yang diketahui, kapal Titanic tenggelam pada 1912. Lalu, bangkainya baru ditemukan pada 1985 oleh Robert Ballard dan rekan-rekannya, para ilmuwan yang tengah bereksperimen dengan robot kapal selam berteknologi baru di masa itu.
Ballard menemukan bangkai kapal tersebut di kedalaman 3.962 meter di bawah permukaan laut Atlantik Utara dengan bangkai kapal yang sudah terbelah menjadi dua bagian.
2. Kondisi Kapal Titanic memburuk
Setelah sekian lama berada di dalam laut, kapal Titanic yang dibangun dari ribuan pelat baja setebal 1 inch itu kondisinya memburuk. Arus laut dan korosi garam menyebabkan kerusakan di bangkai Titanic seiring waktu.
Selain itu, ada pula bakteri Halomonas titanicae yang memakan besi dan sulfur yang ada. Saat memakan besi kapal, bakteri itu membentuk rusticles yang terlihat seperti stalaktit yang menutupi kapal.
Rusticles adalah bentuk logam yang jauh lebih lemah dan cukup rapuh untuk berubah menjadi debu.
3. Berbagai cara sudah dipikirkan
Sejak penemuan itu, berbagai macam upaya telah dipikirkan dan dipertimbangkan matang-matang agar bangkai kapal berjuluk “The Ship of Dream” ini bisa diangkat.
Seperti penggunaan derek yang dipasang di kapal penyelamat, menggunakan ribuan bola ping-pong agar kapal terangkat, menempelkan balon berisi helium ke lambung kapal, hingga membekukan kapal seperti es batu agar bisa mengambang.
4. Mahalnya biaya pengangkatan
Penggemar Kapal Titanic yang ambisius memimpikan cara menaikkan bangkai kapal itu sejak dulu, ketika insinyur Charles Smith menyusun rencana memasang kabel elektromagnetik ke lambungnya dan perlahan mengangkat dengan mesin uap dan derek.
Tapi biayanya mahal, yaitu USD1,5 juta saat itu atau sekarang di kisaran USD45 juta, sekitar Rp 676 miliar. Menurut laporan The Atlantic, sebagai ilustrasi, mengangkat kapal pesiar Costa Concordia yang terbalik pada tahun 2013 menelan biaya USD800 juta.
Padahal kapal Costa Concordia hanya terendam sebagian. Dengan demikian, mengangkat bangkai Titanic prosesnya jauh lebih rumit dan mahal. Sebab, bangkai Titanic berada di kedalaman 3.800 meter di Samudera Atlantik.
5. Sudah jadi rumah bagi ekosistem laut
Sayangnya, semua ide tersebut tidak dapat direalisasikan karena setelah lebih dari 100 tahun tenggelam, bangkai Titanic menjadi rumah bagi ekosistem laut yang kaya dan menjadi habitat bagi banyak organisme laut.
Tak hanya itu saja, keasaman air laut telah melarutkan bejana kapal dan merusak puing-puing kapal. Para mikroba juga bertanggung jawab atas pertumbuhan stalaktit berkarat di sebagian besar lambung kapal dan terutama terlihat di pagar geladak yang semakin melemahkan strukturnya.
Pada akhirnya bangkai kapal tersebut dibiarkan di dasar laut sebagai warisan sejarah dan sebagai peringatan tentang kecelakaan maritim yang tragis.
Nah, itulah alasan mengapa Kapal Titanic masih bersembunyi di dasar laut. Semoga menjawab, ya![]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





