AKURAT.CO, Dalam waktu dekat, perayaan Imlek 2023 akan berlangsung. Setelah melewati masa pandemi, perayaan Imlek diekspetasikan akan berjalan meriah seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu ciri khas dan ikon besar dari perayaan Imlek adalah barongsai.
Barongsai merupakan tarian tradisional yang berasal dari Tiongkok. Tarian ini dikenal karena menggunakan barong atau sarung tiruan hewan yang menyerupai singa.
Tradisi ini biasanya dijumpai dengan khasnya yang berwarna merah, selain mewakili arti memiliki keberanian yang besar, warna merah juga kental dengan perayaan Imlek.
Sejarah Barongsai
Sejak ribuan tahun, Barongsai dipercaya menjadi simbol penolak bala atau mendatangkan keberuntungan. Sejarah pertama barongsai bisa ditelusuri dari masa Dinasti Chin pada abad ketiga sebelum masehi.
Tradisi ini mulai populer di zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) pada tahun 420-589 Masehi. Berawal dari kewalahan pasukan Raja Song Wen dalam menghadapi pasukan gajah Raja Fan Yang dari negeri Lin Yi, salah satu anggota pasukannya mencoba untuk mencari cara untuk memutarbalikKan keadaan.
Ialah seorang panglima bernama Zhong Que yang mencoba untuk membuat sebuah boneka tiruan berbentuk singa. Tidak disangka, upaya ini berhasil untuk mengusir pasukan Raja Fan Yang.
Bermula dari situlah barongsai melegenda hingga hari ini.
Makna Barongsai
1. Singa dipercaya masyarakat Tionghoa sebagai simbol dari kekuatan, kebijaksanaan, dan keunggulan.
2. Makna barongsai juga sejalan dengan warnanya. Warna kuning melambangkan bumi (pusat), warna hitam melambangkan air (utara), warna hijau melambangkan kayu (timur), warna merah melambangkan api (selatan), dan warna putih melambangkan logam (barat).
3. Tanduk pada barongsai memiliki makna hidup dan regenerasi, serta mewakilkan perempuan.
4. Dahi dan jenggot yang mewakili laki-laki memiliki arti kekuatan dan kepemimpinan.
5. Telinga serta ekor melambangkan kebijaksanaan dan keberuntungan.
6. Tulang belakang mewakili pesona dan kekayaan.
7. Punuk belakang adalah simbol panjang umur.
8. Barongsai dipercaya bisa mengusir energi negatif ditambah suara kencang dari alunan musik yang bisa menyucikan tempat.
9. Bisa mengusir roh jahat yang nantinya akan berdampak pada kesuksesan usaha.
10. Membawa keberuntungan dan kekuatan.
Tarian Barongsai
Barongsai terdiri dari dua jenis yaitu Singa Utara dan Singa Selatan. Singa Utara ditandai dengan adanya surai ikal dan berkaki empat. Sementara itu, Singa Selatan lebih variatif dengan adanya sisik dan bertanduk.
Singa Utara adalah tiruan yang lebih mirip singa asli, ini karena Singa Utara memiliki surai dan berkaki empat layaknya hewan singa. Sedangkan Singa Selatan memiliki bentuk yang variatif dan lebih ekspresif.
Singa Selatan juga memiliki dua jenis. Yang pertama adalah Fo Shan atau Fat Shan dengan ciri memiliki tanduk lancip, mulut seperti bebek, dahi yang tinggi, dan ekor yang lebih panjang. Kedua adalah Hok San dengan ciri memiliki mulut moncong ke depan, tanduk yang tidak lancip, dan ekor yang lebih pendek atau kecil. Faktanya, kedua nama ini diambil dari nama tempat di Tiongkok.
Gerakan Singa Utara dan Singa Selatan juga berbeda. Singa Utara yang memiliki empat kaki biasanya lebih penuh dinamika dan lincah. Singa Selatan biasanya menampilkan tarian dengan goyangan kepala yang keras dan melonjak-lonjak bersamaan dengan alunan musik.
Penampilan barongsai kental dengan alunan musik drum, gong, dan gembrengan. Terkadang ditampilkan bersamaan dengan petasan untuk memeriahkan suasana.
Kenapa Barongsai Erat Dengan Perayaan Imlek?
Tentu kita menyadari bahwa ada kaitan erat antara barongsai dengan perayaan Imlek. Singa besar ini bak ikon wajib yang pertunjukannya tidak hanya ditunggu anak-anak, tetapi mencakup ke seluruh usia.
Penampilan barongsai dengan suara musiknya yang keras, dipercaya masyarakat Tionghoa bisa mengusir roh-roh jahat dan energi negatif. Selain itu, barongsai juga bisa membawa hal-hal baik atau keberuntungan. Alasan ini dinilai bisa menjadi pembuka yang baik bagi tahun baru.
Karena banyaknya makna baik di balik barongsai, tradisi ini bukan hanya dipertontonkan pada saat Imlek tetapi juga pada hari besar China lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat





