Banyak Turis Indonesia Wisata ke Israel Meski Tak Berhubungan Diplomatik, Ini Penjelasannya?

AKURAT.CO – Indonesia sejak awal kemerdekaannya menolak dengan tegas pendirian negara Israel dan pendudukan atas wilayah Palestina.
Secara resmi kedua negara tidak saling berhubungan secara diplomatik dan tidak membuka kedutaan besar di wilayah masing-masing.
Namun berdasarkan data yang dirilis oleh lokadata berdasarkan data Kementerian Pariwisata Israel menyebutkan setidaknya jumlah turis Indonesia ke Israel sebanyak 2 Ribu orang sejak 2010 hingga 2018 dengan kunjungan tertinggi di Maret 2017 sebanyak 6.221 orang.
Bahkan menurut laporan The Diplomat, warga Indonesia yang berkunjung ke negara tersebut mencapai 200 ribu jiwa per tahun, Sedang menurut Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), sekitar 40 ribu WNI berkunjung ke Israel setiap tahun.
Baca Juga: 7 Tempat Wisata Yaman Yang Menarik, Destinasi Liburan Terbaik Melihat Keajaiban Pohon Darah Naga
Hal ini mungkin tak mengherankan karena saat ini Israel menguasai wilayah Yerusalem yang menjadi tempat suci bagi 3 agama samawi yaitu Islam, Kristen dan Yahudi.
Banyak orang Muslim yang ingin berkunjung ke Masjid Al-Aqsa dan Kubbah Sakhra atau Dome of The Rock yang diyakini menjadi tempat mi’rajnya Nabi Muhammad SAW saat peristiwa Isra dan Mi’raj.
Sementara bagi umat Katolik atau Kristen Indonesia salah satunya ingin berkunjung atau berziarah ke Gereja Makam Kudus atau Church of the Holy Sepulchre yang dipercaya sebagai tempat Yesus meninggal dan dibangkitkan.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Tempat Wisata Di Palestina Paling Populer, Keindahan Memikat Untuk Wisatawan
Jika menggunakan mesin pencari seperti Googling pun, maka akan mudah ditemukan banyak agen biro jasa perjalanan yang membuka paket misalnya bertajuk Holyland atau Bundling paket Umroh dan Haji.
Lantas bagaimana Turis Indonesia bisa ke Israel, meski tak berhubungan secara diplomatic faktanya Indonesia dan Israel secara de-facto memiliki hubungan dagang dan pariwisata.
Bahkan jika ke Palestina pun Warga Negara (WN) Indonesia wajib memiliki visa Israel, adapun cara mengurus visa tersebut adalah biasanya WN Indonesia mengurusnya di negara lain yang memiliki hubungan diplomatic dengan Israel.
Baca Juga: Laut Mati, Wisata Populer di Palestina dan Israel yang Buatmu Mengapung Meski Tak Pandai Berenang
Dan negara yang biasa digunakan sebagai penghubung antara Indonesia dan Israel adalah Singapura. Hal ini wajar karena Singapura juga memiliki rute penerbangan baik langsung ataupun yang tidak ke Israel.
Selain Singapura, negara yang bisa digunakan untuk mengurus visa Israel adalah Yordania dan Mesir.
Dilansir dari berbagai sumber, untuk yang khawatir paspornya dicap Imigrasi Israel dikabarkan akan diberikan lembaran sebagai pengganti cap tersebut.
Nah apakah kalian pernah memakai cara ini atau cara yang lain, bagikan pendapat dan pengalamanmu ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 6Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 7Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
- 8Prediksi Skor Sevilla vs Barcelona 20 September 2026: Blaugrana Diprediksi Menang
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia








