Perilaku Komodo Mulai Berubah, Pengunjung Taman Nasional Komodo Dibatasi 290 Ribu Orang per Tahun

AKURAT.CO Pemerintah resmi membatasi jumlah wisatawan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kebijakan ini berlaku mulai 1 Agustus 2022. Total kunjungan wisatawan yang diperbolehkan masuk ke Pulau Komodo dan Padar hanya 290.000 orang per tahun.
Adapun jumlah wisatawan Taman Nasional Komodo meningkat drastis sejak beberapa tahun belakangan. Menurut catatan, wisatawan Taman Nasional Komodo pada 2002 hanya 11 ribu. Sementara, pada 2013 pengunjungnya menjadi 63 ribu.
Kunjungan wisatawan yang terlalu sering dan banyak diketahui telah memengaruhi ekosistem dan habitat komodo. Oleh sebab itu, pembatasan pengunjung pun diberlakukan demi menjaga keberlangsungan hidup komodo agar tetap sesuai dengan habitat aslinya.
Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Lukita Awang menjelaskan bahwa kondisi ini ternyata mempengaruhi perilaku komodo. Selain itu, ukuran tubuh komodo juga diketahui menjadi lebih besar.
"Komodo menjadi lebih kurang kewaspadaan, dia jadi lebih dekat dengan manusia di tempat wisata," kata Lukita Awang dalam Weekly Press Briefing, dikutip AKURAT.CO, Selasa (12/7/2022).
“Mencapai 100 kilogram, walaupun sebenarnya secara normal dia (komodo) paling besar hanya 80 kilogram di tempat alaminya. Karena ada perubahan-perubahan inilah kita dibentuk untuk membuat wisata alternatif. Kemudian pemberhentian memberikan makan kepada komodo (sembarangan), dan juga mengembangkan destinasi baru," ujarnya.
Lebih lanjut, Lukita Awang mengatakan bahwa saat musim kawin komodo, yaitu selama Juni-September, jumlah pengunjung akan lebih dibatasi.
"Dengan sistem online memudahkan kita lakukan pembatasan, di mana saat musim kawin berapa orang per harinya, itu akan ditetapkan dalam sistem online," ujarnya.
Selain pembatasan pengunjung, pemerintah resmi menaikkan harga tiket masuk Taman Nasional Komodo menjadi Rp3,75 juta per orang untuk satu tahun. Hal ini pun dibenarkan oleh Koordinator Pelaksana Program Penguatan Fungsi Taman Nasional Komodo, Carolina Noge. Dia menyatakan bahwa harga tiket tersebut mencakup kompensasi kegiatan konservasi. Biaya tersebut berlaku untuk di Pulau Komodo, Pulau Padar, dan beberapa kawasan perairan sekitarnya.
"Kami memberikan angka 200 ribu (pengunjung) dengan kompensasi Rp3,75 juta per orang. Kenapa diberlakukan per tahun? Karena upaya konservasi kami lakukan juga dalam satu tahun," kata Carolina Noge.
"Tiket masuk sudah termasuk biaya konservasi. Jadi konservasi itu biaya yang dibayarkan secara holistik untuk masuk ke Pulau Komodo, Pulau Padar, dan mengakses kawasan perairannya berlaku sama," jelas Caroline.
Sementara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa dirinya yakin bahwa harga tiket tersebut tidak akan menyurutkan wisatawan untuk mengunjungi Pulau Komodo.
“Saya cukup yakin kebijakan ini banyak menarik wisatawan yang akan menghargai upaya konservasi kita dan ikut membangun destinasi-destinasi lain di NTT ini untuk menjadi destinasi unggulan,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi


