AKURAT.CO, Bukan rahasia lagi bahwa berada di dalam pesawat bisa membuat kulit kering. Apalagi jika kamu berada di dalam penerbangan yang cukup lama.
Selain tetap menjaga tubuh terhidrasi dengan minum air, kamu juga perlu menggunakan beberapa produk perawatan dasar.
Dokter kulit bersertifikat yang berbasis di New York, Dr. Whitney Bowe, mengatakan untuk membersihkan kulit selama di perjalanan terutama jika kamu memakai riasan.
"Jika saya bepergian untuk bekerja dan memakai riasan, saya akan menghapus riasan menggunakan micellar water dan kain yang dapat digunakan kembali," kata Bowe, dikutip AKURAT.CO, Sabtu (18/6/2022).
Dibandingkan tisu pembersih sekali pakai, Bowe lebih menyarankan untuk menggunakan micellar water yang mampu membuat kulit terhidrasi dan tenang, tidak kencang dan kering
"Tisu pembersih sangat keras pada penghalang kulit dan, terlepas dari apa yang mereka katakan, bukan pilihan terbaik untuk planet ini," kata Bowe.
Setelah memastikan kulit wajah bebas dari makeup dan kotoran, kamu juga harus memastikannya terhidrasi.
Janet Allenby, pendiri Allenby Cosmetic Dermatology di Delray Beach, Florida, membawa sebotol Avène Thermal Spring Water travel size dan menyemprotkannya ke seluruh wajah dan lehernya.
Allenby mengklaim produk ini bisa membantu memulihkan dan menjaga kualitas skin barrier yang diperlukan untuk menjaga hidrasi alami kulit
“Ini memiliki rekam jejak yang sangat baik dalam membantu mereka yang menderita eksim parah dan masalah penghalang kulit," ujarnya.
Selain itu, Bowe menggunakan serum yang menghidrasi diikuti dengan pelembab yang kaya nutrisi untuk menjaga kulitnya. Terakhir, kamu juga tetap harus memakai sunscreen atau tabir surya.
Papri Sarkar, dokter kulit bersertifikat yang berbasis di Brookline, Massachusetts merekomendasikan memakai sunscreen atau tabir surya saat berada di pesawat.
Ia bahkan sangat menyarankan untuk kembali mengoleskan tabir surya jika kamu berada dalam penerbangan panjang terutama duduk di dekat jendela.
“Beberapa penelitian yang dilakukan beberapa tahun lalu menunjukkan bahwa pilot dan awak kabin memiliki tingkat melanoma yang jauh lebih tinggi daripada rata-rata orang,” kata Sarkar.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat



