Akurat Logo

Belajar Dari Tsunami Aceh, Kenali Tanda dan Cara Berlindung Diri Dari Tsunami

Iqbal Rizkyka | 26 Desember 2021, 18:30 WIB
Belajar Dari Tsunami Aceh, Kenali Tanda dan Cara Berlindung Diri Dari Tsunami

AKURAT.CO Hari ini 17 tahun lalu, tepatnya 26 Desember 2004, terjadi gempa besar dengan magnitudo 9,3 yang mengakibatkan tsunami di Aceh. 

Gempa itu merupakan salah satu gempa terbesar yang pernah ada dalam sejarah. Dampaknya tak hanya di wilayah Aceh tapi juga beberapa negara lain. Para ahli mencatat itu adalah gempa terbesar ke-5.

Gelombang tsunami akibat gempa ini diperkirakan memiliki ketinggian 30 meter, dengan kecepatan mencapai 100 meter per detik atau 360 kilometer per jam.

Gelombang besar dan kuat ini tidak hanya menghanyutkan warga, binatang ternak, menghancurkan pemukiman bahkan satu wilayah, namun juga berhasil menyeret sebuah kapal ke tengah daratan. 

Kapal itu ialah Kapal PLTD Apung yang terseret hingga 5 kilometer dari kawasan perairan ke tengah daratan. 

Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi tsunami cukup besar. Tanda-tanda tsunami biasanya dipicu oleh gempa, longsor, hingga aktivitas vulkanik. 

Tanda-tanda tsunami ini wajib dipahami oleh masyarakat, khususnya yang tinggal atau sedang berwisata di kawasan pesisir.

Mengenali tanda-tanda tsunami bisa jadi peringatan dini tsunami. Berikut tanda-tanda tsunami, dirangkum AKURAT.CO dari berbagai sumber

Gempa besar

Tsunami yang diakibatkan reaksi tektonik INI, akan diawali dengan gempa besar yang umumnya bermagnitudo lebih dari 7. 

Dikutip dari laman BNPB, umumnya tsunami di Indonesia didahului dengan gempa bumi besar dan susut laut. Di Indonesia tsunami terjadi dalam waktu kurang dari 40 menit setelah gempa bumi besar di bawah laut, gempanya akan berlangsung lebi dari 20 detik.

Surutnya air laut

Usai gempa bumi besar terjadi, tsunami biasanya ditandai dengan surutnya air laut. Biasanya ikan dan karang akan tampak di permukaan. Surutnya air laut bisa terjadi tiba-tiba usai gempa terjadi. hal ini disebabkan terbukanya lempengan bumi di bawah laut, otomatis air laut akan mengisi ruang yang dibuat oleh lempeng bumi yang terbuka.

Suara gemuruh

Suara gemuruh seperti suara deru kereta atau pesawat jet melintas bisa menandai gelombang tsunami akan datang.

Jika mendengar suara gemuruh tiba-tiba, perlu diwaspadai akan bahaya tsunami yang akan terjadi. Suara gemuruh ini terjadi akibat pergeseran lempeng bumi dibawah laut.

Perilaku hewan sekitar

Tanda berikutnya adalah tanda-tanda hewan yang tidak lazim dari biasanya. Ketika akan terjadi tsunami, burung-burung akan muncul di area laut. 

Binatang akan cenderung menjauhi laut karena insting tajam mereka, akan bahaya tsunami yang terjadi.

Aktivitas laut yang tak biasanya

Tanda-tanda akan terjadinya tsunami lainnya adalah aktivitas laut yang tidak normal. Gelombang air laut akan datang secara mendadak dan berulang dengan energi yang sangat kuat. 

Beberapa menit sebelum adanya gelombang besar, ada gelombang-gelombang kecil yang menandai kembalinya air laut. 

Larilah menuju dataran tinggi, pegunungan, ataupun perbukitan untuk menyelamatkan diri dari sapuan gelombat tsunami.

Dikutip dari Buku Saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana oleh BNPB, jika berada di sekitar pantai dan terasa ada guncangan gempa bumi, air laut dekat pantai surut secara tiba-tiba, segeralah lari menuju ke tempat yang tinggi seperti perbukitan atau bangunan tinggi sambil memberitahukan teman-teman yang lain. 

Saat merasakan gempa yang berlangsung 20 detik atau lebih, segera lakukan tidakan evakuasi secepat mungkin.

Jika berada di rumah, usahakan untuk tetap tenang dan segera membimbing keluarga menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi dan aman. Cepat berlari ke tempat yang tinggi dan berdiam diri di sana untuk sementara waktu setelah satu gempa bumi besar mengguncang.

Jika sedang berada di dalam perahu atau kapal di tengah laut serta mendengar berita dari pantai telah terjadi tsunami, jangan mendekat ke pantai. Arahkan perahu ke laut. 

Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera turun ke daerah yang rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan menerjang. 

Jika gelombang telah benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama pada korban.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.