Akurat Logo

Benda Bersejarah Indonesia Ternyata Banyak Disimpan di Museum Internasional, Loh!

| 14 Agustus 2021, 19:51 WIB
Benda Bersejarah Indonesia Ternyata Banyak Disimpan di Museum Internasional, Loh!

AKURAT.CO, Buat kamu, para travelers, mengunjungi museum adalah kisah petualangan yang dalam dan jauh. Ya, sampai hari ini, masih banyak orang yang berpikir bahwa museum adalah spot untuk orang tua. Padahal, pengetahuan sejarah mengajarkan begitu banyak hal, tanpa peduli usia.

Kamu juga tak perlu berpikir bahwa museum adalah sekedar ruangan yang memajang benda-benda kuno. Karena, ruangan itu bisa membawamu berpetualang jauh kemana saja. Bahkan ketika kamu berada di luar negeri, kamu bisa mengobati rasa kangenmu pada tanah air dengan mengunjungi museum.

Alasannya, karena banyak museum internasional di negara-negara dunia juga menyimpan koleksi benda bersejarah Indonesia.

Hal ini dinyatakan dalam seminar internasional yang digelar oleh Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY dalam rangkaian Festival Museum Yogyakarta 2021. Festival ini diselenggarakan dalam rangka merayakan ulang tahun Barahmus yang ke-50th.

“Festival ini berisi rangkaian kegiatan webinar, pameran, penerbitan buku yang akan berlangsung sampai tanggal 12 Oktober 2021 yang bertepatan dengan Hari Museum Indonesia,” kata GKR Bendara, Ketua Panitia Festival Museum Yogyakarta 2021.

Salah satu rangkaian kegiatan yang digelar dalam perayaan ini adalah seminar internasional yang diselenggarakan 12 Agustus lalu. Para narasumber yang mengisi acara ini datang dari berbagai museum di dunia seperti Carol Cains dari National Gallery of Australia di Canberra, Yilan Wang dari National Silk Museum China, Francine Brinkgreve dari Museum Volkenkunde Belanda dan Ruth Barnes dari Yale University Art Gallery Amerika.

Alexandra Green dari Museum Inggris menceritakan bahwa banyak banyak benda bersejarah Indonesia yang tersebar di berbagai museum besar di berbagai negara.

Museum Inggris, misalnya, menyimpan lebih dari 2.000 benda yang terkait dengan Raffles. Mayoritas, atau hampir 1.500, berasal dari pulau Jawa yang dikumpulkan selama masa peralihan Inggris ketika Raffles menjadi Letnan Gubernur dari tahun 1811 hingga 1816. Jumlah 500 lainnya berupa koin Cina yang ditemukan di Jawa.

Carol Cains dari Australia juga memberikan bocoran bahwa bebrapa museum di negaranya menyimpan banyak benda bersejarah dari Indonesia.

“Di sini, saya berharap dapat mengembangkan kerjasama baru dan sharing mengenai sebagian kecil dari koleksi Indonesia di Galeri Nasional Australia dengan Anda hari ini,” tuturnya dalam seminar itu.

Mewakili museum di Indonesia, hadir Dahlia Kusuma Dewi, Kepala UPT Museum Konperensi Asia-Afrika; Sri Hartini, Direktur Museum Perkebunan Indonesia; dan Cyntia Handy, Direktur Museum Gubug Wayang sebagai narasumber dalam seminar yang dibuka oleh Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kemendikbud Ristek.

Seminar yang dipandu oleh moderator Daniel Haryodiningrat dari Barahmus DIY ini selain membahas berbagai koleksi benda bersejarah Indonesia di berbagai museum besar dan kemungkinan kerjasama tersebut juga diangkat topik-topik menarik lainnya seperti bagaimana evolusi museum untuk menghadapi  perubahan di masa mendatang, namun tetap menjaga ciri khas  karakternya.

Seminar online ini diikuti secara antusias oleh lebih dari 700 peserta pecinta museum di berbagai kota di Indonesia ini juga sempat mengungkap kemungkinan-kemungkinan untuk mengembangkan kerjasama baru.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.