Spons bukan Kayu, Cara Akademisi Kenalkan Topeng Panji ke Generasi Milenial

AKURAT.CO, Kampung Budaya Polowijen (KBP), salah satu kampung tematik budaya yang kondang di Kota Malang, secara konsisten terus merawat tradisi dan melestarikan budaya.
Momen Hari Anak Nasional belum lama ini, KBP menggelar event Festival Dolanan Panji Milenial dengan menggandeng Program Studi Seni Tari dan Musik (PTSM) Universitas Negeri Malang (UM). Acara ini dihelat di KBP, Polowijen, Blimbing, Kota Malang, Minggu, (28/7).
Pelatihan mengenalkan topeng Panji yang dipandu oleh dosen PTSM UM, Dr. Roby Hidajat ini melibatkan puluhan murid SDN Polowijen 3 Kota Malang, serta belasan mahasiswa dari pelbagai perguruan tinggi di Malang.
Yang menarik, pembuatan topeng Panji tidak menggunakan kayu, melainkan menggunakan bahan spons.
Menurut Roby, ia sengaja menggunakan bahan spons untuk memudahkan anak-anak sebagai tahap awal mengenalkan topeng Panji ke kaum milenial itu. Menariknya, anak-anak yang masih siswa SD ini tidak kesulitan ketika membuat topeng budaya Panji itu yang terkenal akan kerumitannya.
“Kita ke anak-anak ini menggunakan spons saja bukan kayu,” kata Roby.
Roby mengatakan, sebagai langkah awal, memang mesti menggunakan medium yang mudah saja. Pasalnya, melestarikan budaya cukup dengan minimal bisa tahu tahapnya, tak langsung ke aslinya.
"Kan jauh jaraknya bagi kaum milenial ini,” tuturnya.
Ia menambahkan, apabila pada langkah awal ini anak-anak milenial bisa membuat topeng, maka nantinya ada rasa suka terhadap budaya dan mereka lanjutkan dengan membuat topeng dengan bahan yang asli, yakni kayu.
“Kalau sudah begitu kan enak. Setidaknya mereka pernah membuatnya. Supaya nanti siapa tahu mereka tertarik membuat aslinya dan budaya terlestarikan, nggak asal bilang lestarikan budaya,” tegas Robby.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat



